Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sragen

4 Desa di Sambirejo Sragen Rawan Longsor, Hujan Lebat, Pemilik Rumah Dekat Bukit Diminta Waspada

Kondisi Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen terdiri dari jajaran perbukitan. Tak khayal, di Sambirejo sering terjadi tanah longsor.

|
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Kondisi bukit di Dukuh, Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen yang longsor. Basarnas memetakan ada 4 rumah warga yang perlu direlokasi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Kondisi Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen terdiri dari jajaran perbukitan.

Tak khayal, di Sambirejo sering terjadi tanah longsor, terlebih saat musim hujan tiba.

Kapolsek Sambirejo, Iptu Santosa mengatakan ada 4 desa di Sambirejo yang rawan longsor.

"Ada beberapa desa yang rawan longsor, ada desa Jetis ini, Desa Musu, Desa Sukorejo, dan Desa Jambeyan," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (4/3/2024).

Dimana, beberapa hari yang lalu, rumah warga Desa Musuk rusak karena tertimpa tanah longsor.

Dan baru saja terjadi, satu rumah warga di Desa Jetis juga tertimpa tanah longsor, yang menyebabkan 3 orang meninggal dunia.

Baca juga: Tanah Longsor di Sambirejo Sragen Sumbat Sungai, Belasan Warga Mengungsi Terdampak Luapan Air

Hujan lebat dalam waktu cukup lama yang menyebabkan bencana longsor itu terjadi.

Untuk itu, Iptu Santosa meminta warga yang tinggal di dekat bukit, untuk selalu waspada apabila diguyur hujan lebat.

"Warga di sini harus waspada, kalau memang hujan deras, rumahnya yang dekat dengan bukit itu harus selalu waspada," imbaunya.

Sementara itu, kejadian tanah longsor di Desa Jetis yang menyebabkan 3 orang meninggal dunia menjadi duka tersendiri bagi warga sekitar.

Di mana, banyak warga yang tidak menyangka bukit di Dukuh Secang itu akan longsor dan menimpa rumah warga.

Baca juga: Ada Retakan Tanah, Basarnas Sarankan 4 Rumah di Atas Tebing Longsor di Sambirejo Sragen Direlokasi

Pasalnya, sejauh ini, kejadian longsor baru kali ini terjadi.

Dan antara rumah warga dengan bukit setidaknya masih berjarak sekitar 14 meter.

Di dekat rumah warga yang terdampak itu masih ada lahan dengan lebar 10 meter, lalu terpisah sungai selebar 3 meter, dan jalan setapak selebar 1 meter.

Karena dirasa cukup jauh tersebut, warga tidak menyangka kejadian pilu yang membuat 3 orang meninggal dunia itu terjadi.

Selain ada retakan, di bukit tersebut juga masih mengalir air rembesan tanah, sehingga membuat tanah rawan longsor.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved