Temuan Mayat di Polokarto

Ambil Snack Lebaran, Pamit Terakhir Serlina ke Teman Kerja di Sukoharjo, Saat Malam Takbiran

Pamit terakhir Serlina (22) kepada rekan-rekan kerjanya terjadi saat pulang kerja pada malam takbiran, 9 April 2024. 

Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Istimewa
Foto semasa hidup Serlina, korban yang ditemukan tewas di parit, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pamit terakhir Serlina (22) kepada rekan-rekan kerjanya terjadi saat pulang kerja pada malam takbiran, 9 April 2024. 

Korban, untuk diketahui, kerja di toko dekat RSUD Ir Soekarno, Desa Gayam, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo

Serlina berpamitan hendak mengambil snack. 

Teman korban, Murni Anggie Gayatrie menjelaskan Serlina berpamitan akan mengambil snack untuk acara lebaran di rumahnya saat pulang kerja.

"Sempat bilang ke saya mau mampir ambil snack, itu malam hari sebelum pulang ke rumahnya untuk acara lebaran," ujar Mumun sapaan akrabnya, Rabu (17/4/2024).

Baca juga: Rumah Pria Kenalan Serlina yang Diduga Buron, Konon Dekat Lokasi Penemuan Jasad Korban di Polokarto

Namun ia tidak mengetahui pasti dengan siapa korban mengambil snack di jam tengah malam.

"Saya tidak terlalu tahu sama siapa, yang saya tahu Serlina naik sepeda sendiri, soalnya saat itu saya masih di dalam toko," paparnya. 

Lebih lanjut, Mumun mengaku juga sempat dihubungi oleh kedua orang tua korban saat lebaran, menanyakan keberadaan korban. 

Saat itu, ia juga mengatakan tidak tahu.

Sebab korban berpamitan akan mampir mengambil snack setelah pulang kerja.

Baca juga: Tetangga Serlina Dapat Kabar, 1 Pemuda Sudah Diamankan, 1 Orang Diduga Buron

"Jadi pas lebaran malam, ibu sama bapak Serlina telpon saya tanya keberadaan Serlina, tapi saya juga tidak tahu," terang dia.

"Pamitnya kan ambil snack, saya juga sempat membantu mencari dengan cara menghubungi nomor Serlina," tambahnya. 

Namun, saat menghubungi Serlina, ia mengaku tidak mendapat respons meski handphone Serlina masih aktif. 

"Saya itu membantu tapi bingung membantu caranya bagaimana, saat lebaran pertama itu saya sempat Whatsapp masih centang dua malamnya saya video call berdering tetapi tidak direspon, selanjutnya nomornya sudah tidak aktif," paparnya. 

Lebih lanjut, Mumun juga mengaku bahwa korban memang sempat membawa uang THR dari tempat korban bekerja.

"Kalau THR diberikan pas malam takbiran, tapi gaji kerja itu tanggal 7 April mendekati lebaran," tandasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved