Mudah Menular, Ini Cara Mencegah Penyebaran Flu Singapura

Penyebaran penyakit ini bisa terjadi dari berbagai zat yang dikeluarkan oleh tubuh orang yang terinfeksi. Mulai dari air liur hingga tinja.

Dok.RS JIH Solo
Dokter Spesialis Anak di RS JIH Solo dr. Debby Andina Landiasari Sp A 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Meski bukan tergolong penyakit berbahaya, Flu Singapura yang merebak akhir-akhir ini perlu dilakukan langkah antisipasi.

Dokter Spesialis Anak RS JIH Solo dr. Debby Landiasari menjelaskan penyebaran penyakit ini bisa terjadi dari berbagai zat yang dikeluarkan oleh tubuh orang yang terinfeksi.

Mulai dari air liur, cairan hidung, cairan tenggorokan, hingga tinja.

Virus ini bisa menular melalui fecal-oral, yakni cara transmisi penularan penyakit dari tinja ke mulut akibat kurangnya sanitasi yang memadai.

“Penyebarannya dari droplet interaksi antara orang sakit dan sehat. Atau dari fecal oral,” terangnya saat dihubungi Kamis (25/4/2024).

Ia menjelaskan mencegah penularan penyakit ini yakni dengan menerapkan pola hidup sehat.

Menjaga agar lingkungan tetap bersih dan memasak makanan dengan matang sempurna menjadi salah satu yang harus diperhatikan.

Baca juga: Cara Atasi Flu Singapura yang Rentan Menyerang Anak-anak, Begini Tips dari Dokter RS JIH Solo

Baca juga: Ketahui Penyebab Flu Singapura yang Rentan Menyerang Anak-anak, Ini Penjelasan RS JIH Solo

“Pencegahannya pola hidup sehat sebetulnya. Cuci tangan sebelum makan, memasak sampai matang,” jelasnya.

Selain itu, jika ada anggota keluarga yang terkena penyakit ini, perlu dilakukan pembatasan interaksi. Hal ini perlu dilakukan untuk meminimalkan potensi penularan ke anggota keluarga yang lain.

“Kalau sekiranya serumah ada yang terkena dijaga jarak terlebih dahulu ada kakak terkena jangan main bersama terlebih dahulu. Kakak disendirikan di ruangan tertentu dulu,” tuturnya.

Ia juga merekomendasikan tambahan suplemen berupa vitamin. Hal ini diperlukan untuk memperkuat daya tahan tubuh.

“Tambahan suplemen vitamin sangat dibolehkan. Kalau memang sekiranya kondisi yang sedang sakit suplemen diberikan,” jelasnya.

Hanya saja, suplemen tidak bisa menggantikan makanan utama. Menjaga asupan makanan agar bergizi tetap harus dilakukan di samping pemberian suplemen.

“Tapi suplemen tidak menggantikan makan utama. Makan tetap harus masuk. Makan juga komposisinya ada karbohidrat, protein, lemak,” terangnya.

(*/adv)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved