Skrining Riwayat Kesehatan BPJS Kesehatan, Peserta JKN Minimal 15 Tahun, Isi Pertayaan Gaya Hidup
BPJS Kesehatan Cabang Surakarta bersama dengan Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu, mengadakan Gathering JKN yang mengundang beberapa komunitas di Kota Solo.
Penulis: Tribun Network | Editor: Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan terkait pentingnya menjaga kesehatan dan informasi terbaru terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan Cabang Surakarta bersama dengan Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu, mengadakan Gathering JKN yang mengundang beberapa komunitas di Kota Surakarta.
Beberapa komunitas tersebut, terdiri dari kader kesehatan Surakarta, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Banjarsari, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), komunitas orang baik Solo, komunitas sedekah berjamaah, dan komunitas hemodialisa, kemo, serta diabetes melitus RS Kasih Ibu, Senin (1/7/2024).
“Sebagai langkah mendorong upaya promotif dan preventif, masyarakat diharapkan lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka sendiri, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat secara keseluruhan," ucap Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Kasih Ibu, CH. Budhi Baskara Widya, sebagai narasumber.
"Agar tetap bugar meski dalam kondisi sakit, setidaknya minimal harus merawat diri sendiri dan tidak tergantung kepada orang lain,” tambahnya.
Dia menyampaikan terdapat tiga pencegahan penyakit, yakni pencegahan primer, dengan upaya mencegah berkembangnya faktor risiko sebelum terjadinya perubahan patologis, pencegahan sekunder, dengan upaya mencegah berulangnya kembali suatu penyakit atau mencegah kekambuhan.
Baca juga: 2 RS di Solo Jateng ini Rating Tinggi Mobile JKN, Tempat Lahiran Anak Gibran & Operasi Ibu Jokowi
Selain itu, pencegahan tersier, dengan upaya penanganan komplikasi/pembatasan kecacatan/rehablitasi.
“Sementara itu, pentingnya mengenal sindrom metabolik, yakni kumpulan gangguan kesehatan yang terjadi bersamaan, meliputi peningkatan tekanan darah, gula darah, trigliserida, kelainan kolesterol, dan penumpukan lemak di perut," ujar dia.
"Apabila semua gangguan itu muncul secara bersamaan, berpotensi meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, diabetes melitus, dan gangguan metabolik lainnya,” tambahnya.
Hal ini sejalan dengan manfaat pelayanan kesehatan Program JKN, yang terdiri dari promotif (mempertahankan kesehatan), preventif (mencegah penyakit), kuratif (mengembalikan kesehatan), dan rehabilitatif (memulihkan fungsi).
BPJS Kesehatan saat ini telah mengembangkan program skrining riwayat kesehatan, yang dapat diakses melalui Aplikasi Mobile JKN, website BPJS Kesehatan, Aplikasi P-Care Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dan link skrining.
Baca juga: Keren! Cara BPJS Kesehatan Wilayah VI Jateng-DIY Petakan Faskes Agar Merata, Pakai Aplikasi HFIS
“Tujuan skrining riwayat kesehatan ini untuk mengetahui empat potensi risiko penyakit, yakni diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner. Seluruh peserta JKN, yang berusia minimal 15 tahun dapat melakukan skrining tersebut, dengan mengisi pertanyaan seputar gaya hidup,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Debbie Nianta Musigiasari.
Selain skrining kesehatan primer, juga terdapat skrining lanjutan diabetes melitus, dan skrining deteksi kanker rahim dan payudara.
Pada skrining lanjutan diabetes melitus, dilakukan pemeriksaan Gula Darah Puasa (GDP) dan Gula Darah Postprandial (GDPP) per dua jam PP, bagi peserta berusia lebih dari 15 tahun, dan belum terdaftar sebagai peserta Program Rujuk Balik (PRB) atau Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) diabetes melitus.
Sedangkan, untuk skrining deteksi kanker rahim dan payudara, bagi peserta wanita berusia minimal 15 tahun dan sudah menikah, serta pernah melakukan aktivitas seksual.
“Dengan beberapa kemudahan dan fasilitas dari Program JKN, harapannya deteksi dini melalui skrining kesehatan dapat digiatkan dan disampaikan kepada seluruh keluarga dekat, dan lingkungan sekitar. Karena faktanya, penyakit katastropik seperti itu bisa didapatkan di usia dini," ucap dia.
Waduh, BUMD di Solo yang Tak Produktif Setor Pemasukan Bakal Jadi Sasaran Gulung Tikar |
![]() |
---|
Sosok Mbah Dirjo, Warga Ngemplak Tewas Terjatuh saat Pasang Atap di Solo, Usia 88 Tahun Masih Nukang |
![]() |
---|
Nasib Pilu Korban Tragedi Jatuh dari Atap 8 Meter di Solo, Usia 85 Tahun Masih Jadi Kuli Bangunan |
![]() |
---|
Ditangkap di Sukoharjo, Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN Ternyata Dua Kali Hendak Nyalon Bupati |
![]() |
---|
Setelah Tangkap Otak Penculikan Kacab Bank BUMN di Sukoharjo, Tersangka Lain Ditangkap di Semarang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.