Breaking News

Multilingualisme dalam Keluarga: Jembatan Budaya dan Peluang Masa Depan

Di tengah arus globalisasi yang semakin kuat, kemampuan berbahasa lebih dari satu bahasa menjadi semakin relevan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tribun Network | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Istimewa
Sosok Penulis, Sri Haryati 

Oleh : Sri Haryati dan Yulia Tria Hapsari

Di tengah arus globalisasi yang semakin kuat, kemampuan berbahasa lebih dari satu bahasa menjadi semakin relevan. Dalam konteks ini, keluarga memainkan peran yang sangat penting dalam memupuk kemampuan bahasa yang beragam. Multilingualisme dalam keluarga bukan hanya tentang menguasai lebih dari satu bahasa, tetapi juga tentang bagaimana bahasa tersebut dapat digunakan untuk memperkaya kehidupan sehari-hari, memperkuat identitas budaya, dan membuka pintu menuju berbagai kesempatan di masa depan.

Keuntungan Kognitif dan Akademik dari Multilingualisme

Salah satu keuntungan paling menonjol dari multilingualisme adalah peningkatan kemampuan kognitif. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan multilingual cenderung memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memecahkan masalah, berpikir kritis, dan beradaptasi dengan situasi baru. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ellen Bialystok, seorang profesor psikologi di York University, menunjukkan bahwa bilingualisme dapat meningkatkan fungsi eksekutif otak, yang meliputi kemampuan untuk fokus, mengatur, dan merencanakan.

Dalam konteks akademik, anak-anak yang bilingual atau multilingual sering kali menunjukkan prestasi yang lebih baik di sekolah. Mereka memiliki kemampuan membaca dan menulis yang lebih baik, serta pemahaman yang lebih mendalam terhadap struktur bahasa. Selain itu, mereka juga lebih mudah mempelajari bahasa ketiga atau keempat, karena otak mereka sudah terbiasa dengan proses pembelajaran bahasa yang kompleks.

Membangun Identitas Budaya melalui Bahasa

Bahasa adalah cerminan identitas budaya. Dalam keluarga multilingual, penggunaan bahasa asli memungkinkan anak-anak untuk tetap terhubung dengan akar budaya mereka. Ini penting untuk membangun rasa kebanggaan dan penghargaan terhadap warisan budaya mereka. Misalnya, dalam keluarga Jawa, mengajarkan bahasa asli (bahasa Jawa) selain bahasa Indonesia sebagai bahasa  nasional kepada anak-anak dapat membantu mereka merasa lebih terhubung dengan tanah air leluhur mereka dan memahami nilai-nilai serta tradisi yang ada.

Dr. Anna Pauwels, seorang ahli bahasa dari SOAS University of London, menekankan pentingnya bahasa dalam pembentukan identitas budaya. "Bahasa adalah jendela ke dunia kita," katanya. "Melalui bahasa, kita mengekspresikan siapa diri kita, dari mana kita berasal, dan bagaimana kita melihat dunia."

Mengatasi Tantangan dalam Keluarga Multilingual

Meskipun banyak manfaat yang dapat diperoleh, membesarkan anak-anak dalam lingkungan multilingual bukan tanpa tantangan. Salah satu tantangan utama adalah memastikan konsistensi dalam penggunaan bahasa. Sering kali, anak-anak mungkin lebih dominan dalam satu bahasa dibandingkan bahasa lainnya, terutama jika mereka lebih sering menggunakan bahasa tersebut di luar rumah. 

Untuk mengatasi tantangan ini, penting bagi orang tua untuk menetapkan aturan yang jelas mengenai penggunaan bahasa. Misalnya, menetapkan satu bahasa untuk digunakan di rumah dan bahasa lain di luar rumah atau dalam situasi tertentu. Selain itu, orang tua juga dapat mengintegrasikan penggunaan bahasa dalam aktivitas sehari-hari, seperti membaca cerita, menonton film, atau bermain permainan yang melibatkan penggunaan bahasa.

Contoh kasus yang menarik adalah keluarga Ani yang berasal dari Jawa yang menikah dengan penduduk asli Australia dan tinggal di sana. Semua anggota keluarga berbicara bahasa Inggris dan Bahasa Jawa di rumah, sementara dua anak mereka berbicara bahasa Indonesia dan Inggris di sekolah dan lingkungan sekitar. Untuk memastikan anak-anak mereka tetap fasih berbahasa Jawa dan Indonesia, mereka membuat jadwal harian yang melibatkan aktivitas berbahasa Jawa dan Indonesia, seperti membaca buku cerita dalam bahasa, bercakap-cakap, bermain serta membuat vlog atau konten di instagram serta youtube. Putri mereka setiap malam minggu mengikuti kelas tari tradisional Australia yang diajarkan dalam bahasa Jawa dan Indonesia.

Orang tua memainkan peran krusial dalam mendukung perkembangan bahasa anak-anak mereka. Mereka harus menjadi teladan dalam penggunaan bahasa dan mendorong anak-anak untuk menggunakan bahasa secara aktif. Ini bisa dilakukan melalui aktivitas yang menyenangkan dan menarik. Misalnya seperti yang dilakukan keluarga Ani. Hal ini tidak hanya membantu anak-anak mereka mempertahankan kemampuan berbahasa Jawa sebagai bahasa Ibu salah satu orang tua mereka, tetapi juga memperkuat hubungan keluarga melalui pengalaman bersama.

Mengapa Multilingualisme Penting di Era Globalisasi

Di era globalisasi saat ini, kemampuan untuk berbicara lebih dari satu bahasa menjadi semakin penting. Dalam dunia yang semakin terhubung, kemampuan berkomunikasi dalam berbagai bahasa menjadi aset berharga dalam bidang akademik dan profesional. Anak-anak yang terbiasa dengan lebih dari satu bahasa memiliki keunggulan kompetitif di pasar kerja global.

Dr. François Grosjean, seorang ahli dalam psikologi bilingual dari Universitas Neuchâtel, mengatakan, "Multilingualisme membuka pintu ke dunia. Dengan menguasai beberapa bahasa, kita tidak hanya meningkatkan kemampuan komunikasi kita, tetapi juga memperluas wawasan dan pemahaman kita tentang berbagai budaya dan perspektif." Multilingualisme dalam keluarga bukan hanya tentang memberikan keterampilan tambahan kepada anak-anak, tetapi juga tentang membangun identitas dan memperkuat hubungan keluarga. Meskipun ada tantangan dalam penerapannya, manfaat yang diperoleh jauh lebih besar. Dengan pendekatan yang tepat dan konsistensi, keluarga multilingual dapat memberikan lingkungan yang kaya dan mendukung untuk perkembangan anak-anak mereka.

Penting bagi orang tua untuk menyadari peran mereka dalam proses ini dan terus mendorong penggunaan bahasa secara positif. Dengan demikian, mereka tidak hanya membekali anak-anak mereka dengan keterampilan yang berharga, tetapi juga membantu mereka untuk tetap terhubung dengan warisan budaya mereka dan memperkuat ikatan keluarga. Multilingualisme dalam keluarga adalah investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan seumur hidup.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved