Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

KDRT Maut di Solo

5 Fakta Baru Kasus KDRT Maut di Solo Jateng: Ada Patah di Tulang Dasar Kepala, Ini Motif Pelaku

AKBP Catur mengungkap bahwa korban meninggal dunia akibat pukulan benda tumpul di kepala dan patah tulang dasar kepala.

|
TribunSolo.com / Ahmad Syarifudin
Suasana otopsi jenazah korban VH (42) diduga meninggal karena KDRT. 

TRIBUNSOLO.COM - Pihak kepolisian mengungkap hasil autopsi dan hasil pemeriksaan terbaru terhadap korban berinisial VH (42) dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kota Solo, Jawa Tengah.

Wakapolresta Solo, AKBP Catur Cahyono, mengungkapkan detail hasil otopsi tersebut pada Senin (26/8/2024).

Baca juga: UPDATE Hasil Autopsi Jenazah Korban KDRT di Sumber Solo Jateng: Ada Memar dan Patah Tulang Kepala

AKBP Catur mengungkap bahwa korban meninggal dunia akibat pukulan benda tumpul di kepala dan patah tulang dasar kepala.

Terkait hasil autopsi ini berikut TribunSolo rangkum faktanya.

  1. Patah Tulang Dasar Kepala

Polisi mengungkap kondisi korban ditemukan patah tulang dasar kepala.

"Penyebab kematiannya adalah pukulan benda tumpul di kepala, ada patah di tulang dasar kepala," kata AKBP Catur Cahyono.

Ilustrasi: Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)
Ilustrasi: Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) (Tribun Bali/Prima)

2. Sempat Dibanting

Polisi menyatakan, kekerasan yang dialami korban menggunakan tangan kosong.

"Memakai tangan kosong. Dari keterangan saksi dibanting dan jatuh," ujar dia.

3. Motifnya

Wakapolresta Solo AKBP Catur Cahyono Wibowo menjelaskan bahwa dari pemeriksaan yang dilakukan oleh pihaknya selama beberapa waktu terakhir, ditemukan bahwa motif pelaku nekat melakukan KDRT karena emosi.

"Motifnya yang pasti untuk kasus KDRT dengan pelaku AS memang bermula saat suami pulang kerja dan memberikan hasilnya, sang istri kurang menerima,"

"Akhirnya agak berselisih paham dengan suami, karena mungkin pengaruh psikologis pulang kerja dan capek hingga membuat terjadi KDRT," ujar Catur saat ditemui di sela mengamankan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Solo, Senin (26/8/2024) siang.

Suasana otopsi jenazah korban VH (42) diduga meninggal karena KDRT di Solo
Suasana otopsi jenazah korban VH (42) diduga meninggal karena KDRT di Solo (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Baca juga: Pengakuan Sedih Adik Korban KDRT Maut di Solo Jateng : Saya Nggak Tega Sama Kakak

4. Bukan Pertama Dilakukan

Korban menerima KDRT dari suaminya yang berinisial AS (47) di rumah mereka yang terletak di kawasan Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (17/8/2024).

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved