Wajib Tahu, Ini Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air

Cacar monyet dan cacar air adalah dua penyakit yang sering dianggap sama oleh sebagian masyarakat karena gejala awal yang serupa. 

Tayang:
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Tribunnews.com dan Dok RS JIH Solo
ILUSTRASI Cacar Monyet (kiri), SosokDokter spesialis Dermatologi Venereologi Estetika, Subspesialis Dermatologi Alergi Imunologi, Rumah Sakit JIH Kota Surakarta, Triasari Oktavriana M.Sc., Sp. DVE., Subsp. DAI (kanan). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Cacar monyet dan cacar air adalah dua penyakit yang sering dianggap sama oleh sebagian masyarakat karena gejala awal yang serupa. 

Namun, keduanya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang berbeda.

Kedua penyakit tersebut memiliki karakteristik serta dampak kesehatan yang tidak sama. 

Menurut Dokter spesialis Dermatologi Venereologi Estetika, Subspesialis Dermatologi Alergi Imunologi, Rumah Sakit JIH Kota Surakarta, Triasari Oktavriana M.Sc., Sp. DVE., Subsp. DAI.

"Cacar monyet atau saat ini dikenal dengan istilah Mpox, penyakit ini disebabkan oleh virus Monkeypox, yang termasuk dalam keluarga Orthopoxvirus, termasuk zoonosis sebelum akhirnya terjadi penularan manusia ke manusia. Virus ini lebih jarang terjadi dibandingkan dengan cacar air tapi tetap harus waspada" kata Dokter Sari. 

"Kemudian, Cacar air atau varicella disebabkan oleh virus Varicella-Zoster, yang termasuk dalam keluarga Herpesviridae. Ini adalah penyakit yang lebih umum terjadi, terutama pada anak-anak, imbuhnya, Jumat (30/8/2024).

Baca juga: Hindari Minum Teh Dibarengi Obat, Dokter RS JIH Solo Beri Penjelasannya

Dokter Sari menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam upaya membedakan cacar air dan cacar monyet. 
 
Mpox memiliki masa inkubasi atau masa dimana seseorang mulai terinfeksi hingga mulai muncul gejala selama 6 hingga 21 hari.
Adapun fase penyakit mMpox dibedakan 2 macam yaitu fase prodromal atau fase invasi dan fase erupsi.
Fase prodromal dapat berlangsung hingga 5 hari yang ditandai dengan gejala demam tinggi hingga 38 derajat celsius, sakit kepala hebat, badan terasa lemas, nyeri punggung dan otot yg disertai dengan pembesaran kelenjar getah bening (area leher, ketiak dan juga lipat paha atau selangkangan)
Sedangkan untuk fase erupsi dimulai sekitar 1-3 hari setelah demam, disertai munculnya ruam kulit berupa bercak kemerahan diawali di area wajah yg secara bertahap dapat menyebar ke area tubuh yg lain seperti telapak tangan dan kaki, mukosa mulut, genitalia dan juga selaput mata. Bercak merah ini akan diikuti dengan munculnya lenting berair yang dapat berisi nanah, hingga terjadinya keropeng. Perkembangan lesi ini akan berlangsung selama 3 minggu hingga seluruh ruam menghilang.

"Pada intinya gejala khas yang membedakan antara cacar monyet dan cacar air itu adalah didapatkan pembesaran kelenjar getah bening pada cacar monyet sedangkan pada cacar monyet yg khas adalah munculnya ruam berupa lenting yang gatal," katanya.

Seseorang dapat menularkan Mpox sejak munculnya lesi hingga rontoknya seluruh keropeng.
Penularan cacar monyet dapat terjadi melalui droplet, kontak fisik secara erat, maupun hubungan intim. 

Untuk saat ini belum tersedia vaksin khusus untuk cacar monyet sehingga kita tetap harus meningkatkan kewaspadaan terkait gejala yang muncul, sedangkan untuk cacar air telah tersedia vaksin varicella yg cukup efektif. 

Untuk meminimalkan risiko penularan Mpox sebaiknya kita harus selalu menerapkan Pola Hidup Sehat dan Bersih (PHBS), hidari kontak langsung dengan hewan penular Mpox yang diduga terinfeksi, bagi pelaku perjalanan luar negeri dari wilayah terjangkit wajib memeriksakan diri kepada tenaga kesehatan jika muncul gejala dan ruam kulit curiga Mpox, serta perhatian khusus bagi anak-anak dan ibu hamil apabila ada riwayat kontak dengan penderita Mpox.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved