WAWANCARA EKSKLUSIF
Respati Ardi Bocorkan Program Prioritasnya Jika Terpilih Jadi Wali Kota Solo: Pendidikan & Kesehatan
Respati Ardi mengaku akan berkomitmen menyiapkan SDM dari sisi pendidikan dan menjamin kesehatan masyarakat.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Bakal calon Walikota (Bacawali) Solo, Respati Ardi mengungkapkan program priotiasnya yang akan dibawa ketika terpilih menjadi Walikota Solo pada Pilkada mendatang.
Dalam podcast bersama TribunSolo (tayang 11 September) Bacawali yang berpasangan dengan bakal calon wakil walikota Astrid Widayani itu akan membawa konsep "Gotong Royong untuk Mewujudkan Solo yang Berbudaya, Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan".
"Concern utama saya itu, saya baru komunikasi terus sama tim, dengan Mbak Astrid juga tentunya wakil saya, karena beliau kan Rektor. Saya butuh masukan dari akademisi untuk bisa membuat program nyata ke depan," jelasnya.
Ia sedikit membocorkan, paling utama yang akan digarap yakni pada sektor pendidikan dan kesehatan.
Menurutnya, ia ingin menyiapkan sumber daya manusia yang bisa mengelola infrastruktur yang dibangun di era Gibran.
"Kemarin Mas Gibran sudah membangun infrastruktur yang luar biasa sekali. Nanti kita akan bagaimana caranya untuk merawat lalu juga kita menyiapkan nih SDM-nya untuk bisa meneruskan 17 program titik prioritas," ujar dia.
Baca juga: Respati Ardi Bantah Ada Campur Tangan Bahlil Lahadalia soal Rekom Respati-Astrid di Pilkada Solo
Baca juga: Respati Ardi Jadikan Gibran Sebagai Mentor Politik, Kagumi Kinerja saat Jadi Wali Kota Solo
Ia mengaku akan berkomitmen menyiapkan SDM dari sisi pendidikan dan menjamin kesehatan masyarakat.
Menurutnya akan ada beberapa program yang langsung menyasar ke manusianya.
Menurutnya pelayanan pendidikan dan kesehatan merupakan hal yang wajib. Namun perlu adanya peningkatan dan supervisi juga penilaian masyarakat dengan pelayanan yang telah diberikan.
Respati juga mengakui belakangan ini ia selalu "belanja masalah" dengan cara mendengarkan keluhan-keluhan masyarakat. Dari situ, ia akan menelurkan sebuah program untuk mengatasi masalah.
"Masyarakat Kota Solo itu self-employee, kebanyakan jadi mereka suka bekerja sendiri. Berarti harus dibekali pendidikan yang nonformil juga. Pendidikan formil itu wajib pendidikan nonformil itu harus tambahan," jelasnya.
Ia membocorkan program "Among Tamu" yang akan menyiapakan masyarakat sampai level kampung untuk memiliki skill sebagai pemandu wisata.
Itu untuk mengentaskan permasalahan wisata di Solo yang belum tereksplor.
"Mas Gibran dengan konsep 17 titik prioritasnya, mendatangkan masyarakat dari luar kota, mendatangkan wisata, ya kita harus siap. Kita siapkan untuk masyarakat untuk bisa lebih pendidikan yang sektor nonformil justru, pemandu wisata, content creator dan lain-lain," pungkasnya.
| Wawancara Lengkap Panji Sukma, Soal Tudingan Kekerasan Seksual : Kalau Benar, Kenapa Masih ke Rumah? |
|
|---|
| Takut Perceraian Hingga Beban Finansial Tinggi, Jadi Alasan Generasi Muda di Kota Solo Ragu Menikah |
|
|---|
| Angka Pernikahan Solo Turun Tajam 3 Tahun Terakhir, Ternyata Bukan Sekedar Tren Lokal Tapi Dunia |
|
|---|
| Di Balik Sepinya Akad Nikah, Menerka Perubahan Cara Anak Muda Solo Memandang Pernikahan |
|
|---|
| Bebas dari Kasus KA Batara Kresna Sukoharjo, Surya Ogah Kembali Jaga Palang: Trauma & Risiko Besar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Bakal-Calon-Wali-Kota-Solo-Respati-Ardi-saat-podcast-dengan-TribunSolocom.jpg)