Kapan Sebaiknya Anak Dibawa ke Dokter Gigi Pertama Kali? Begini Penjelasan Dokter RS JIH Solo
drg. Lasmi Dewi Nurnaini, Sp.KGA mengatakan anak bisa langsung dibawa ke dokter gigi untuk pertama kali sejak anak memiliki gigi.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Merawat kesehatan gigi dan mulut pada anak menjadi hal penting yang tetap harus dilakukan oleh orang tua.
Agar si buah hati terhindar dari masalah kesehatan gigi dan mulut, seperti mengalami gigi sensitif, gigi berlubang, dan lainnya.
Jika hal tersebut terjadi pada anak, maka akan membuat si kecil tidak nyaman, atau bahkan bisa menyebabkan dampak lain bagi kesehatan anak.
Baca juga: Bisakah Karies pada Gigi Anak Disembuhkan? Simak Berikut Ini Penjelasan Dokter RS JIH Solo
Lantas, kapan sebaiknya anak dibawa ke dokter gigi untuk pertama kalinya?
Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak RS JIH Solo, drg. Lasmi Dewi Nurnaini, Sp.KGA mengatakan anak bisa langsung dibawa ke dokter gigi untuk pertama kali sejak anak memiliki gigi.
Biasanya, anak mulai tumbuh gigi pada usia 6 bulan.
Atau menurutnya, disarankan paling lambat anak dibawa ke dokter gigi saat menginjak usia satu tahun.
Baca juga: Ternyata Tak Sama, Dokter RS JIH Solo Jelaskan Perbedaan Karies Gigi dan Gigi Berlubang pada Anak
"Paling lambat satu tahun, atau saat ulang tahunnya yang pertama, itu dia harus sudah dikenalkan dengan dokter gigi, yang tujuanya supaya bisa diketahui lebih awal, apakah pertumbuhan gigi anak normal atau tidak," katanya kepada TribunSolo.com, Kamis (26/9/2024).
"Pada gigi-gigi yang sudah tumbuh itu ada masalah apa tidak. Jadi kalau misalnya ketahuan pada saat dia periksa pertama kali, gigi barunya ternyata kok sudah ada flek-flek coklatnya, itu bisa langsung ditangani," tambahnya.
Lanjutnya, dengan mendapatkan perawatan dengan sedini mungkin, maka bisa meminimalkan kelainan atau kerusakan yang lebih parah pada gigi anak.
drg. Lasmi menyarankan setelah pemeriksaan pertama, maka bisa dijadwalkan kunjungan rutin setiap 6 bulan sekali.
Baca juga: Hindari Minum Teh Dibarengi Obat, Dokter RS JIH Solo Beri Penjelasannya
Rutin berkunjung ke dokter gigi akan membantu gigi anak tumbuh dengan teratur dan mencegah masalah gigi geligi anak.
Bagi orang tua tidak perlu khawatir, anak akan rewel atau merasa saat dibawa ke dokter gigi untuk pertama kali.
Lantaran, menurut drg. Lasmi biasanya anak yang tidak merasa sakit pada giginya, tidak merasa takut saat diperiksa oleh dokter gigi.
Beda halnya, jika anak sudah merasakan sakit, lalu dibawa ke dokter gigi, anak akan cemas saat diperiksa karena takut semakin sakit.
Baca juga: Cara Mengenali dan Menangani Gejala Flu, Simak Tips dari Dokter Umum RS JIH Solo!
Meski begitu, setiap orang tua tidak perlu khawatir, karena setiap dokter gigi akan memiliki manajemen perilaku yang bisa dilakukan kepada anak yang merasa takut atau kurang kooperatif saat diperiksa.
Salah satunya yakni dengan metode tell-show-do, yakni dengan menjelaskan, menunjukkan dan melakukan.
"Anak-anak kalau langsung diberi penanganan pada giginya biasanya takut, Kita biasanya di awal akan bercerita banyak tentang gigi dan perawatannya, lalu menunjukkan alat yang akan digunakan untuk memeriksa. Tentunya alat yang ditunjukkan adalah alat yang tidak membuat anak takut," jelasnya.
"Kalau anak sudah bisa mengikuti, kita coba masukkan kaca mulut ke rongga mulut anak dan mulai melakukan pemeriksaan. Itu salah satu contoh dari tell-show-do, sebelum melakukan kita mengenalkan dulu, bercerita, tunjukkan alat, baru kita lakukan perawatan," sambungnya.
Baca juga: Termasuk Silent Disease, Dokter RS JIH Solo Jelaskan Gejala Khas Orang Terkena Penyakit Gagal Ginjal
Selanjutnya, orang tua juga bisa memberikan hadiah atau reward kepada buah hati untuk mengapresiasi keberanian anak.
"Setelah itu ada distraksi atau pengalihan, kita tunjukkan gambar-gambar lucu di ruang perawatan gigi, itu salah satu bentuk pengalihan, biar anak tidak takut, dan dibuat nyaman," terangnya.
"Selain gambar, mungkin di dalam ruangan itu ada TV, mungkin diperdengarkan musik, atau dokter gigi sambil bercerita saat melakukan perawatan. Itu beberapa contoh distraksi," sambungnya.
"Biasanya agar anak tidak rewel saat diperiksa banyak orang tua yang memberikan HP. Sebenarnya kalau selama proses perawatan anak sambil memegang HP itu menggganggu, tapi kalau memang tidak bisa sama sekali, bisa diam kalau pakai HP, ya okelah, tapi kalau saya pribadi itu adalah senjata pamungkas dalam menghadapi anak yang rewel atau tidak kooperatif," pungkasnya. (*/adv)
Solo Langsung Bangkit Pasca-Kericuhan, Warung Makan hingga Swalayan Tetap Buka Seperti Biasanya |
![]() |
---|
Biasanya Warga Tak Berani Masuk, Gedung DPRD Solo yang Dibakar Kini jadi Tontonan, Jualan Kopi Laris |
![]() |
---|
Gedung DPRD Solo Dibakar Massa, Dokumen Penting dan Komputer Hangus, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta |
![]() |
---|
Geger Dahi Ojol Tampak Berlubang Keluar Darah saat Demo Solo, Kapolresta Bantah Pakai Peluru Karet |
![]() |
---|
Kronologi Sopir Ambulans Dihajar Polisi saat Evakuasi Pendemo di Solo, Padahal Sudah Teriak Medis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.