WAWANCARA EKSKLUSIF

Cerita Pembuat Gamelan dari Sukoharjo, Ada Ritual Khusus yang Harus Dilakukan Empunya Maupun Pemesan

Dalam membuat gamelan, Budiyono bukan hanya mengandalkan keterampilan saja, melainkan masih menjaga ritual-ritual turun temurun.

Tayang: | Diperbarui:

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo dikenal sebagai pusat gamelan terbaik di dunia.

Di sana, produksi gamelan bukan hanya soal komersil saja, melainkan ada tradisi adiluhung yang terus dijaga.

Seperti yang dilakukan salah satu empu gamelan di Desa Wirun, yakni Budiyono.

Dalam membuat gamelan, ia bukan hanya mengandalkan keterampilan saja, melainkan masih menjaga ritual-ritual turun temurun.

Menurut dia ada ritual khusus yang harus dilakukan sebelum membuat gamelan.

Ritual itu bisa datang dari permintaan pemesan, maupun ritual yang harus dilakukan oleh sang empunya sendiri.

Proses penyempurnaan pembuatan gong dan gamelan di Desa Wirun,  Mojolaban, Sukoharjo
Proses penyempurnaan pembuatan gong dan gamelan di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo

"Untuk suatu ritual itu tergantung ya, kadang ada kalanya pemesan itu apa berkeinginan untuk mengadakan ritual itu biasanya di khusus Gong Ageng," jelasnya, seperti dikutip dari YouTube Tribun Solo Official.

Menurut dia jarang ada yang meminta untuk mengadakan ritual untuk item gamelan yang lain. Sehingga dalam satu set gamelan sendro pelog biasanya dilakukan ritual pada item gong ageng.
Sementara jika pesanan satu set gamelan kecil, ritual bisa dilakukan di kempul atau di suwukan.

Selain itu, sang empu juga melakukan ritual tersendiri. Ritual itu khusus dilakukan sang empu, tidak boleh dilakukan oleh konsumen maupun pemesan.

"Ritual khusus itu ada ya untuk kita sendiri karena kita berkecimpung dalam keempuan itu pasti ada ritual-ritual khusus yang saya lakukan sendiri, tapi tidak boleh konsumen," paparnya.

Selama membuat gamelan, ia mengaku tak jarang menemui hal mistis. Menurut dia, di zamannya dulu gamelan merupakan logam mulia atau bisa dikatakan sebagai perhiasan, sehingga bisa dikatakan sesuatu yang gaib menyukai hal seperti itu.

"Nah gini, kalau alat musik gamelan itu bukan dikatakan mistis ya sebenarnya, cuma bisa dikatakan adiluhung, tapi adiluhung itu tempo dulu," kata Budiyono. 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved