Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Makan Bergizi Gratis di Solo

Makan Bergizi Gratis Sudah Dilaksanakan di Sebagian Solo Raya, Menko Zulhas Sebut Telan Dana Rp420 T

Hanya saja, Klaten dan Sragen belum melaksanakan program ini lantaran masih pembangunan dapur umum dan menunggu anggaran. 

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Isi dari paket makan siang gratis di SMPN 2 Colomadu, Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Senin (6/1/2025). 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejumlah wialayah di Solo Raya sudah melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan rencana, program makan bergizi gratis ini harusnya dilaksanakan pada Senin (6/1/2025).

Hanya saja, Klaten dan Sragen belum melaksanakan program ini lantaran masih pembangunan dapur umum dan menunggu anggaran. 

Baca juga: Bupati Etik Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Sukoharjo, Pastikan Program Tepat Sasaran

Progam ini, merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo.

Meski program nasional ini serentak mulai beroperasi hari ini, nyatanya di Klaten belum dilakukan.

Pasiter Kodim 0723/ Klaten, Kapten Inf. Sutrisno yang bertugas mengawasi program tersebut mengatakan bila saat ini pelayanan belum siap karena masih proses.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan anggaran program makan bergizi gratis dapat mencapai Rp 420 triliun hingga Desember 2025.

Baca juga: Daftar Sekolah di Karanganyar yang Akan Terima Program Makan Siang Gratis Hari Ini

Saat ini, pemerintah telah mengalokasikan dana Rp 71 triliun untuk program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

“Bayangkan, kalau seluruhnya dilaksanakan, anggarannya lebih dari Rp 400 triliun. Sekarang anggarannya Rp 71 triliun sampai Juni 2025,” kata Zulkifli dalam rapat koordinasi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (7/1/2025).

Zulkifli menyebut Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, tengah mengupayakan tambahan anggaran mulai Juli 2025.

“Kalau ditambah Rp 140 triliun mulai Juli, seluruh anak bisa mendapatkan makanan. Jadi totalnya sekitar Rp 210 triliun. Kalau dari Januari sampai Desember penuh, ya lebih dari Rp 420 triliun. Bayangkan belanja makanan sebesar itu,” ujar Zulkifli.

Baca juga: Dua Restoran Ditunjuk Jadi Mitra Makan Bergizi Gratis, Pemkot Solo Upayakan Libatkan UMK

Dirinya lantas meminta kepada seluruh pihak terkait bekerja keras untuk memastikan keberhasilan program tersebut.

“Kalau kita tidak kerja keras sekarang, bagaimana soal telur, beras, ikan? Kita ini sebetulnya malu, sudah tertinggal jauh dari Thailand dan Vietnam,” kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu.

Badan Gizi Nasional memperkirakan kebutuhan anggaran program ini mencapai Rp 1,2 triliun per hari. Hal ini berarti anggaran tahunan yang diperlukan jauh lebih besar dari alokasi awal Rp 71 triliun.

Pemerintah sudah memulai program makan bergizi gratis pada Senin (6/1/2025).

Baca juga: Si Jago Merah Sikat Buku Rapor Siswa SDN 2 Sukosari Karanganyar, Kepsek : Bakal Buat Rapor Ulang

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved