Kasus PMK di Wonogiri

BREAKING NEWS - PMK Belum Melandai, Penutupan Pasar Hewan di Wonogiri Diperpanjang

Penutupan pasar hewan di Wonogiri karena kasus penyakit mulut dan kuku kembali dilakukan selama tujuh hari ke depan.

TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Penyemprotan disinfektan di Pasar Hewan Pracimantoro saat pasar mulai ditutup beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Penutupan pasar hewan di Wonogiri kembali selama tujuh hari ke depan.

Hal itu dilakukan karena kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) belum melandai.

Diketahui, seluruh pasar hewan di Wonogiri mulanya ditutup sejak 3 hingga 9 Januari 2025. Pemkab kemudian memperpanjang penutupan selama tujuh hari sejak 10 hingga 16 Januari.

Namun, penutupan pasar hewan itu kini kembali diperpanjang selama tujuh hari, terhitung mulai hari ini, Jumat (17/1/2025) hingga Kamis (23/1/2025) mendatang.

Kebijakan itu juga tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Wonogiri No 033/2025 tentang Perpanjangan Penutupan Sementara Operasional Pasar Hewan Sapi dan Pasar Hewan Kambing di Kabupaten Wonogiri.

"Iya perpanjang mulai hari ini sampai tanggal 23 Januari 2025," kata Bupati Wonogiri, Joko Sutopo kepada TribunSolo, Jumat (17/1/2025).

Jekek, sapaannya, menjelaskan sebelumnya digelar rapat koordinasi bersama dinas-dinas terkait. Dalam rapat koordinasi itu, disampaikan kondisi PMK di Wonogiri.

Dia menyebut, berdasarkan laporan yang ia terima per Senin (13/1/2025) lalu, angka kasus PMK di Wonogiri sudah mencapai 1.189 kasus, dengan rincian 250 kasus baru.

Atas kondisi itu, ia menilai tren kasus PMK di Wonogiri belum melandai dan potensi penyebaran cukup tinggi. Pihaknya memperpanjang penutupan pasar hewan agar tidak menjadi kerugian yang lebih besar.

"Kami anggap kejadian yang masuk kualifikasi luar biasa. Atas kondisi ini untuk mengantisipasi biar tidak terjadi potensi kerugian yang lebih besar, salah satu langkah yang kami lakukan adalah menutup ruang publik yang berkaitan dengan tata niaga hewan, dalam hal ini pasar hewan," ujarnya.

Pihaknya berharap masyarakat memahami kondisi yang tengah dihadapi bersama. Jekek menyebut seluruh pihak harus mengambil peran dan tanggung jawab masing-masing.

"Artinya tanggung jawab, masyarakat menjadi paham langkah-langkah apa yang harus dilakukan," kata dia.

Selama penutupan, pihaknya juga terus melakukan pengobatan ternak yang terpapar PMK dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang tata cara menghadapi PMK.

Selain itu, pihaknya juga masih menunggu vaksin PMK dari pemerintah. Saat ini, pihaknya baru mendapatkan 800 dosis vaksin PMK yang sudah mulai disuntikkan.

"Disuntikkan secara bertahap, kemarin baru ada ploting dari provinsi. Kita petakan wilayah mana yang menjadi prioritas, secara bertahap nanti. Semoga stok vaksin dari pemerintah pusat maupun provinsi bisa berkelanjutan," terang Jekek. 

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved