Fakta Menarik Tentang Solo

Jangan Sampai Keliru! Ini 5 Perbedaan Keraton Solo dan Pura Mangkunegaran

Keduanya memang berasal dari Kerajaan Mataram Islam, namun ada perbedaan antara Keraton Solo dan Pura Mangkunegaran.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com / Andreas Chris
KERATON SOLO - Pintu Utama Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Solo, Kamis, 8 Agustus 2024. Berikut ini perbedaan Keraton Solo dan Pura Mangkunegaran. 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kota Surakarta atau Solo, Jawa Tengah, terkesan istimewa karena memiliki dua ikon budaya dan sejarah yakni Keraton Solo dan Pura Mangkunegaran

Keduanya memang berasal dari Kerajaan Mataram Islam, namun ada perbedaan antara Keraton Solo dan Pura Mangkunegaran.

Keraton Solo lokasinya ada di Jalan Kamandungan, Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon.

Baca juga: Sejarah Selat Solo, Kuliner Ikonik Kota Bengawan, Dulu jadi Suguhan Keraton untuk Belanda

Sementara itu, Pura Mangkunegaran berada di Jalan Ronggowarsito Nomor 83, Keprabon, Kecamatan Banjarsari.

Namun tahukah Tribuners, perbedaaan Keraton Solo dan Pura Mangkunegaran? Simak ulasannya di bawah:

1. Sejarah 

Sejarah Keraton Solo

Wilujengan Nagari Mahesa Lawung yang diadakan oleh Keraton Kasunanan Surakarta pada Kamis (31/10/2024).
SEJARAH KERATON SOLO - Wilujengan Nagari Mahesa Lawung yang diadakan oleh Keraton Kasunanan Surakarta pada Kamis (31/10/2024). (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Keraton Solo atau yang memiliki nama lengkap Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat berdiri pada 1745, seperti dikutip dari laman Pemerintah Kota Surakarta.

 Keraton Solo didirikan oleh Pakubuwono III sebagai pengganti Keraton Kartasura yang hancur akibat Geger Pecinan pada 1743. Kemudian, pusat pemerintahan dipincahkan ke Desa Sala, atau yang kini dikenal sebagai Kota Solo.

Keraton Solo merupakan pecahan dari Kerajaan Mataram Islam. Melalui Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755, Kerajaan Mataram Islam terbagi menjadi Kasunanan Surakarta (Keraton Solo) dan Kasultanan Ngayogyakarta (Keraton Yogyakarta).

Keraton Solo dipimpin oleh Sunan  Pakubuwono III, sedangkan Keraton Yogyakarta dipimpin oleh Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengkubuwono I. Kedua pemimpin tersebut merupakan kakak adik, putra dari Sunan Amangkurat IV, penguasa Kerajaan Mataram Islam. 

Sejarah Pura Mangkunegaran

Potret Taman Pracima Tuin di Puro Mangkunagaran, Solo
PURO MANGKUNEGARAN - Potret Taman Pracima Tuin di Puro Mangkunagaran, Solo (Tribunsolo.com/Ahmad Syarifudin)

Sementara itu, Pura Mangkunegaran berdiri setelah Keraton Solo, tepatnya pada 1757-1946.

Berdirinya Pura Mangkunegaran berawal dari kekecewaan Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyowo yang tidak diikutkan dalam Perjanjian Giyanti.

Padahal, Raden Mas Said merupakan anak dari putra tertua Sunan Amangkurat IV, yang bernama Pangeran Arya Mangkunegara.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved