Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Fakta Menarik Tentang Sukoharjo

Asal-usul Desa Dalangan di Kecamatan Tawangsari Sukoharjo, Dulu Tempat Tinggal Para Dalang Terkenal

Pada masa penjajahan Belanda, Desa Dalangan menjadi salah satu pusat kegiatan pertanian yang penting di wilayah Sukoharjo.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Google Maps
KANTOR DESA DALANGAN - Kantor Kepala Desa Dalangan di Desa Kranggan Mulyo, RT. 01/ 6, Dalangan, Tawangsari, Dalangan, Tiga, Dalangan, Tawangsari, Sukoharjo, Jateng, diunduh pada Kamis (27/3/2025). Begini sejarah Desa Dalangan. 

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Desa Dalangan berad di Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Asal-usul Desa Dalangan berakar dari sejarah kerajaan-kerajaan Jawa kuno

Nama "Dalangan" sendiri dipercaya berasal dari kata "dalang," yang merujuk pada seseorang yang memainkan wayang kulit dalam pertunjukan tradisional Jawa.

Baca juga: Asal-usul Kecamatan Colomadu di Karanganyar, Dulu Namanya Malangjiwan

Konon, Desa Dalangan dulunya adalah tempat tinggal para dalang terkenal yang sering mengadakan pertunjukan wayang untuk menghibur masyarakat setempat, serta para keluarga kerajaan.

Tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat Dalangan dan terus diwariskan hingga kini.

Perkembangan Desa Dalangan

Pada masa penjajahan Belanda, Desa Dalangan menjadi salah satu pusat kegiatan pertanian yang penting di wilayah Sukoharjo.

Pada waktu itu, penduduk desa mengembangkan pertanian padi dan palawija sebagai mata pencaharian utama.

Sumber daya alam yang subur mendukung kegiatan pertanian yang kemudian menjadi basis ekonomi desa tersebut hingga sekarang.

Seiring berjalannya waktu, perubahan sosial dan ekonomi terus berlangsung, namun identitas desa yang kental akan nuansa pertanian tetap dipertahankan.

Baca juga: Asal-usul Kecamatan Sambungmacan di Sragen, Diambil dari Dua Nama Jagoan Sakti di Kampung

Budaya dan Tradisi yang Masih Dilestarikan

Desa Dalangan dikenal sebagai pusat kebudayaan di Kecamatan Tawangsari.

Masyarakat desa ini tetap mempertahankan tradisi kesenian wayang kulit yang telah menjadi bagian dari identitas mereka.

Setiap tahun, desa ini mengadakan acara bersih desa yang diwarnai dengan pertunjukan wayang kulit dan berbagai ritual adat lainnya.

Acara ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga merupakan cara untuk menjaga keharmonisan antara manusia dan alam, serta mempererat hubungan sosial antarwarga.

Baca juga: Asal-usul Tugu Boto di Klodran Karanganyar, Bangunan Ikonik Simbol Gotong Royong Warga Masa Lampau

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved