Sejarah Kuliner Legendaris

Sejarah Balung Kethek, Camilan Khas Solo yang Kini Nyaris Punah

Balung kethek adalah bahasa Jawa yang artinya tulang monyet, sebenarnya istilah lain dari keripik singkong.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
SEJARAH KULINER LEGENDARIS - Ini dia makanan balung kethek, kuliner khas Solo yang mulai langka, Jumat (20/5/2016). Begini sejarah balung kethek. 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kota Solo, Jawa Tengah, memiliki sederet cemilan tradisional yang masih eksis sampai saat ini.

Salah satunya adalah balung kethek.

Balung kethek adalah bahasa Jawa yang artinya tulang monyet, sebenarnya istilah lain dari keripik singkong.

Baca juga: Sejarah Rengginang, Cemilan Tradisional yang Biasa Disajikan Masyarakat Solo Raya saat Lebaran

Entah apa awal mulanya sampai disebut dengan balung kethek.

Konon disebut balung lantaran digigit keras seperti tulang (balung) dan bisa bikin kita meringis atau nyengir dan menampakkan gigi seperti kethek atau monyet.  

“Orang Jawa itu dalam menamakan sesuatu pasti mengacu atau mengumpamakan dengan hal-hal yang dilihat,” terang Heri Priyatmoko, sejarawan muda kota Solo.

Camilan ini sudah hampir hilang sebenarnya, tak banyak lagi orang yang membikin camilan khas satu ini.

Sehingga kemudian banyak pelaku UMKM membuat balung kethek dengan kreasi kekinian.

Baca juga: Sejarah Soto Seger Boyolali : Dari Warung Kecil Hingga Jadi Ikon Kuliner Khas Boyolali yang Populer

Dahulu balung kethek biasanya dibuat dari sisa-sisa rebusan ketela.

Balung kethek yang dahulu keras dan hanya berasa manis, kini dirubah wujudnya menjadi camilan yang beraneka rasa.

Biasanya mereka mengandalkan pemilihan bahan baku agar balthek (singkatan dari balung kethek) buatannya bisa lebih empuk dan gurih meski tanpa bumbu.

Dipilihlah singkong mentega untuk bahan bakunya.

Singkong ini khusus didatangkan dari Boyolali dan terbukti bisa menjadikan balthek olahannya lebih empuk dan lebih gurih.

Baca juga: Sejarah Intip Goreng, Kuliner Legendaris Khas Solo Inovasi Emak-emak agar Nasi Tak Kedaluwarsa

Singkong mentega yang sudah dikupas kemudian dikukus setelah sebelumnya dibersihkan terlebih dahulu.

Kemudian singkong dipotong-potong tipis dan langsung digoreng tanpa melalui proses penjemuran untuk menjaga kebersihan balthek itu sendiri.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved