Sejarah Kuliner Legendaris
Sejarah Es Puter yang Jadi Hidangan Penutup Tiap Hajatan di Solo, Ternyata Ada Artinya Lho
Es puter ini biasanya dijadikan hidangan penutup resepsi pernikahan di Solo Raya.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Salah satu hidangan khas saat hajatan pernikahan di Solo, Jawa Tengah, adalah es puter.
Es puter ini biasanya dijadikan hidangan penutup resepsi pernikahan di Solo Raya.
Ternyata bagaimana es puter bisa jadi kuliner favorit di Solo bukan tanpa sejarah lho.
Demikian halnya, kenapa es ini disajikan sebagai hidangan penutup pesta pernikahan.
Baca juga: Sejarah Tengkleng Mbak Diah yang Legendaris di Solo Baru, Kuliner Favorit Keluarga Soeharto
Asal-usul Es Puter
Es puter dikenal luas karena cara penjualannya yang unik.
Para penjual biasanya berjalan kaki sambil mendorong gerobak kecil yang dilengkapi dengan alat pemukul gong mini.
Suara “dung-dung” atau “tung-tung” yang khas inilah yang membuat es puter juga dikenal dengan nama es dung-dung atau es tung-tung.
Baca juga: Sejarah Tengkleng Klewer Bu Edi yang Legendaris di Solo, Dirintis Sejak 1971
Meskipun termasuk dalam kategori jajanan tradisional kaki lima, eksistensi es puter tidak pernah benar-benar pudar.
Justru, kehadirannya seringkali membawa nuansa nostalgia, terutama bagi generasi yang tumbuh di era sebelum kemunculan es krim modern.
Jejak Sejarah: Dari Belanda ke Nusantara
Tak banyak yang tahu bahwa asal-usul es puter berakar dari era kolonial Belanda.
Ketika itu, orang Belanda memperkenalkan es krim sebagai makanan penutup yang lembut dan manis, terbuat dari susu sapi.
Namun karena harga susu yang mahal, masyarakat pribumi tidak mampu mengakses es krim versi kolonial tersebut.
Sebagai bentuk kreativitas sekaligus solusi, masyarakat Indonesia mulai membuat es krim versi lokal dengan menggunakan santan sebagai bahan dasar pengganti susu.
Baca juga: Sejarah Waroeng Spesial Sambal atau Warung SS, Pendirinya Kelahiran Boyolali
Sejarah Ibu Basuki Bakery: Roti Legendaris Klaten Sejak 1995, dari Rumahan Kini Punya Banyak Cabang |
![]() |
---|
Sejarah Kroket : dari Kudapan Bangsa Eropa, Bisa jadi Sajian Wajib Hajatan di Solo Raya |
![]() |
---|
Sejarah Bubur Lemu, Kuliner Khas Solo yang Legendaris, Makanan Penting di Era Kasunanan Surakarta |
![]() |
---|
Sejarah Kue Kembang Jambu, Camilan Jadul Khas Klaten yang Kini Mulai Langka |
![]() |
---|
Sejarah Gatot, Jajanan Legendaris yang Kini Langka di Wonogiri, Makanan Sejak Zaman Kemerdekaan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.