Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Warga Sragen Tilap Truk Beserta Isinya

Kronologi Lengkap Kasus Karyawan Tilap Truk Berisi Makanan dan Minuman yang Terungkap di Sragen

Kasus penggelapan truk berisi ribuan dus makanan ringan dan ribuan botol minuman yang dilakukan karyawan salah satu perusahaan jasa transportasi.

Tribun Solo / Istimewa
PELAKU PENGGELAPAN TRUK. Empat pelaku penggelapan truk berisi makanan ringan dan minuman bersoda dihadirkan di Mapolres Sragen, Senin (21/4/2025). Mereka ditangkap dari kasus pengembangan penggelapan truk. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Kasus penggelapan truk berisi ribuan dus makanan ringan dan ribuan botol minuman yang dilakukan karyawan salah satu perusahaan jasa transportasi, yakni PT Surya Transportasi Jaya terungkap di Kabupaten Sragen.

Kapolres Sragen, AKBP Petrus Parningotan Silalahi mengatakan kasus tersebut bermula ketika JJ, selaku karyawan perusahaan PT Surya Transportasi Jaya mengeluhkan masalah ekonomi kepada temannya, yakni MRP pada Sabtu (1/3/2025) lalu.

Baca juga: Kronologi Penggelapan Truk Berisi Makanan & Minuman Terungkap di Sragen, Harusnya Dikirim ke Bekasi

MRP diketahui merupakan mantan karyawan PT Surya Transportasi Jaya.

"JJ bercerita bahwasanya gajinya telat dibayarkan, kemudian yang selanjutnya dia mengajukan kredit untuk HP namun tidak dikasih, selanjutnya MRP ini menanggapi dengan menggelapkan truk berikut muatannya (milik PT Surya Transportasi Jaya)," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Senin (21/4/2025).

Lanjutnya, pada 22 Maret 2025, ada pesanan dari perusahaan makanan di Majalengka, Jawa Barat masuk ke PT Surya Transportasi Jaya.

"Pesanan itu untuk mengangkut sejumlah makanan dan minuman dengan menggunakan jasa transportasi milik PT Surya Transportasi Jaya, kemudian tanggal 22 Maret itu tersangka JJ membawa truk untuk mengangkut snack yang berisi makanan dan minuman, untuk diangkut ke daerah Bekasi sesuai deliver order," terangnya.

AKBP Petrus menambahkan pada saat sudah menguasai truk, JJ kemudian menghubungi MRP agar siap-siap mencarikan pembeli yang siap menampung barang hasil penggelapan.

Kemudian, keduanya sepakat untuk bertemu di Simpang Empat Palimanan, di wilayah Cirebon.

"Tersangka MRP naik ke truk, kemudian cerita pada saat itu, MRP akan menghubungkan ke temannya, yakni tersangka RM untuk mencarikan pembeli, atau penadah barang," jelas dia.

"Kemudian, sepakat untuk bertemu di daerah Pemalang, begitu sampai Pemalang RM naik ke truk, RM kemudian menghubungi temannya NIH yang berdomisili di Desa Bedoro, Sambungmacan," sambungnya.

PELAKU PENGGELAPAN TRUK. Empat pelaku penggelapan truk berisi makanan ringan dan minuman bersoda dihadirkan di Mapolres Sragen, Senin (21/4/2025). Mereka ditangkap dari kasus pengembangan penggelapan truk.
PELAKU PENGGELAPAN TRUK. Empat pelaku penggelapan truk berisi makanan ringan dan minuman bersoda dihadirkan di Mapolres Sragen, Senin (21/4/2025). Mereka ditangkap dari kasus pengembangan penggelapan truk. (Tribun Solo / Istimewa)

Baca juga: Update Kasus Karyawan Gelapkan Truk Isi Makanan dan Minuman di Sragen, Tersangka Bertambah 4 Orang

Setelah sempat berdiskusi, keempat pelaku ini sepakat untuk bertemu di Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan.

Saat keempatnya bertemu, mereka sempat berdiskusi tentang bagaimana cara menjual barang hasil penggelapan, berupa satu unit truk dan makanan ringan serta minuman bersoda.

Yang dilakukan pertama kali di Kabupaten Sragen, adalah dengan melepas GPS (Global Positioning System) yang terpasang di dalam truk, yang dilakukan oleh NIH.

NIH kemudian yang juga mencarikan rumah kontrakan untuk menaruh makanan ringan dan minuman bersoda yang diangkut truk tersebut.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved