Sritex Tutup Permanen

1.300 Eks Karyawan Sritex Kembali Bekerja, Bayang-Bayang Hak Belum Terbayar Masih Menghantui

Mantan Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT Sritex, Widada membenarkan para pekerja telah kembali aktif. 

TribunSolo.com/Anang Ma'ruf
EKS KARYAWAN SRITEX. Apel pertama 150 orang eks karyawan Sritex saat berada di depan Pabrik Sritex, Sukoharjo, Senin (3/3/2025). Setelah pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 8.475 karyawan PT. Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), sebanyak 150 eks karyawan kini kembali dipekerjakan oleh perusahaan.  

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sebanyak 1.300 eks karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) dikabarkan telah mulai kembali bekerja sejak 5 Mei 2025. 

Para pekerja tersebut diketahui berasal dari departemen garmen dan kini mulai mengisi kembali aktivitas produksi pabrik.

Kembalinya aktivitas ini menjadi angin segar bagi dunia industri tekstil lokal, setelah putusan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang pada oktober 2024 silam.

Sehingga pada bulan Maret 2025 kemarin, membuat operasional Sritex terhenti dan ribuan karyawannya terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Baca juga: Disnaker Sukoharjo Konfirmasi 1.300 eks Buruh Sritex Kerja Lagi : Laporan Tertulis Belum, Baru Lisan

Namun, di tengah geliat baru dengan investor baru itu, bayang-bayang hak normatif yang belum terpenuhi masih menghantui para eks buruh. 

Pesangon dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang menjadi hak mereka  hingga kini belum dibayarkan.

Mantan Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT Sritex, Widada membenarkan para pekerja telah kembali aktif. 

Namun, ia mengingatkan perjuangan buruh belum selesai.

"Mereka memang senang bisa bekerja lagi, tapi jangan lupa bahwa hak-hak mereka seperti pesangon dan THR masih belum diberikan. Ini harus tetap diperjuangkan,” ujar Widada, Sabtu (10/5/2025).

Lebih lanjut, Widada menyebut sebagian buruh sebelumnya sempat mencari pekerjaan lain karena ketidakpastian nasib mereka.

Namun, kini kembali bekerja dengan harapan baru, sekaligus kekhawatiran lama yang belum terselesaikan.

"Karena takut tidak bisa hidup kalau hanya menunggu hak yang belum keluar, sebagian dari mereka sudah bekerja di tempat lain,” jelasnya.

Meskipun begitu, kata Widada, banyak dari mereka tetap berharap bisa kembali bekerja di Sritex, terutama yang rumahnya berada di sekitar pabrik.

"Ada yang sudah kerja di Karanganyar, Wonogiri, tapi mereka berharap Sritex bisa benar-benar buka lagi. Mereka ingin kerja dekat rumah agar tidak perlu kos dan bisa kumpul dengan keluarga,” tambahnya.

Widada berharap pihak yang kini mengelola operasional pabrik bisa segera memberikan kejelasan.

Baca juga: PT Sritex Sukoharjo Disebut Beroperasi Lagi, Teka-Teki Investor Baru Masih Misterius

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved