Sritex Tutup Permanen
1.300 Eks Karyawan Sritex Kembali Bekerja, Bayang-Bayang Hak Belum Terbayar Masih Menghantui
Mantan Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT Sritex, Widada membenarkan para pekerja telah kembali aktif.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Rifatun Nadhiroh
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sebanyak 1.300 eks karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) dikabarkan telah mulai kembali bekerja sejak 5 Mei 2025.
Para pekerja tersebut diketahui berasal dari departemen garmen dan kini mulai mengisi kembali aktivitas produksi pabrik.
Kembalinya aktivitas ini menjadi angin segar bagi dunia industri tekstil lokal, setelah putusan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang pada oktober 2024 silam.
Sehingga pada bulan Maret 2025 kemarin, membuat operasional Sritex terhenti dan ribuan karyawannya terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Baca juga: Disnaker Sukoharjo Konfirmasi 1.300 eks Buruh Sritex Kerja Lagi : Laporan Tertulis Belum, Baru Lisan
Namun, di tengah geliat baru dengan investor baru itu, bayang-bayang hak normatif yang belum terpenuhi masih menghantui para eks buruh.
Pesangon dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang menjadi hak mereka hingga kini belum dibayarkan.
Mantan Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT Sritex, Widada membenarkan para pekerja telah kembali aktif.
Namun, ia mengingatkan perjuangan buruh belum selesai.
"Mereka memang senang bisa bekerja lagi, tapi jangan lupa bahwa hak-hak mereka seperti pesangon dan THR masih belum diberikan. Ini harus tetap diperjuangkan,” ujar Widada, Sabtu (10/5/2025).
Lebih lanjut, Widada menyebut sebagian buruh sebelumnya sempat mencari pekerjaan lain karena ketidakpastian nasib mereka.
Namun, kini kembali bekerja dengan harapan baru, sekaligus kekhawatiran lama yang belum terselesaikan.
"Karena takut tidak bisa hidup kalau hanya menunggu hak yang belum keluar, sebagian dari mereka sudah bekerja di tempat lain,” jelasnya.
Meskipun begitu, kata Widada, banyak dari mereka tetap berharap bisa kembali bekerja di Sritex, terutama yang rumahnya berada di sekitar pabrik.
"Ada yang sudah kerja di Karanganyar, Wonogiri, tapi mereka berharap Sritex bisa benar-benar buka lagi. Mereka ingin kerja dekat rumah agar tidak perlu kos dan bisa kumpul dengan keluarga,” tambahnya.
Widada berharap pihak yang kini mengelola operasional pabrik bisa segera memberikan kejelasan.
Baca juga: PT Sritex Sukoharjo Disebut Beroperasi Lagi, Teka-Teki Investor Baru Masih Misterius
(*)
| Aset Transportasi Sritex Sukoharjo Sudah Dua Kali Dilelang, Hasilnya Belum Optimal |
|
|---|
| Eks Buruh Sritex Sukoharjo Desak Percepatan Penjualan Aset Agar Pesangon Rp248 Miliar Segera Dibayar |
|
|---|
| 8.475 eks Buruh Sritex Sukoharjo Cemas, Pesangon dan THR Total Rp248 Miliar Tak Kunjung Dibayar |
|
|---|
| Eks Karyawan Tak Peduli Kasus Hukum Bos Sritex Sukoharjo, Lebih Pikirkan soal Kurator Urus Pesangon |
|
|---|
| Aset Transportasi Sritex Sukoharjo Sudah 2 Kali Dilelang, Eks Karyawan Minta Kurator Sampaikan Hasil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/EKS-KARYAWAN-SRITEX-Apel-pertama-150-orang-eks-karyawan-Sritex-saat-berada-di-depan-Pabrik-Sritex.jpg)