Usulan Pemakzulan Gibran

Rocky Gerung Nilai Pemakzulan Gibran Tak Bakal Mudah, Jokowi Bisa Terseret

Rocky Gerung menyebut, proses pemakzulan Gibran harus melalui prosedur panjang yang melibatkan proses politik dan hukum di MPR, DPR, dan MK.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Pengamat politik Rocky Gerung mengakui jika proses pemakzulan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka tidak akan berjalan mudah.

Rocky Gerung menyebut, proses pemakzulan Gibran harus melalui prosedur panjang yang melibatkan proses politik dan hukum di MPR, DPR, dan Mahkamah Konstitusi.

Sementara, juga ada anggapan jika Gibran adalah satu paket dengan Presiden RI Prabowo Subianto.

Baca juga: Jimly Asshiddiqie Yakin Prabowo Akan Lindungi Gibran dari Upaya Pemakzulan, Ungkap Alasan Masuk Akal

Tetapi kata, Rocky Gerung mengatakan, satu paket itu tidak berlaku.

Hal ini dia sampaikan dalam tayangan yang diunggah di kanal YouTube Rocky Gerung Official, Rabu (4/6/2025).

"Iya, pasti ada banyak keberatan prosedural, karena dianggap bahwa ini kan satu paket dengan Pak  Prabowo. Itu soal yang secara teknis bisa diselesaikan," kata Rocky.

"Apakah karena satu paket? Kalau pendamping presiden itu bermasalah, maka presiden juga mesti dinyatakan di dalam kondisi yang sama? Kan enggak begitu," tambahnya.

PRABOWO DAN GIBRAN - Presiden dan wakil presiden terpilih Pilpres 2024, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Kantor KPU, Rabu (24/4/2024). Pengamat politik ungkap peluang Gibran tipis kembali jadi cawapres Prabowo.
PRABOWO DAN GIBRAN - Presiden dan wakil presiden terpilih Pilpres 2024, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Kantor KPU, Rabu (24/4/2024). Pengamat politik ungkap peluang Gibran tipis kembali jadi cawapres Prabowo. (Instagram/prabowo)

Rocky Gerung lantas melanjutkan, dasar legitimasi pemakzulan Gibran adalah opini publik.

Walhasil kata dia, MPR meski mengambil langkah sesuai prosedur, tetapi yang harus dipersoalkan adalah legitimasinya.

"Justru kita mau lihat apa dalil yang akan diajukan di dalam perdebatan publik nanti. Ketika surat permintaan pemakzulan Gibran itu sudah masuk ke MPR, nggak mungkin MPR berdiam diri," kata Rocky.

"Iya, tunggu prosedur, tetapi ini soal legitimasi. Dan dasar legitimasi itu adalah opini publik," jelasnya.

"Opini publik artinya, kesungguhan hati publik untuk mempersoalkan hal-hal yang bagi publik tidak masuk akal," lanjutnya.

Baca juga: Di Solo, Jokowi Respons Pertemuan Prabowo, Gibran, dan Megawati di Hari Lahir Pancasila : Biasa Saja

"Gibran jadi wakil presiden tidak masuk akal. Gibran disodorkan, lalu dimanipulasi melalui Mahkamah Konstitusi itu sangat tidak masuk akal," tambahnya.

Rocky Gerung mengungkapkan, jika nanti Jokowi dimintai keterangan dalam proses pemakzulan Gibran, hal tersebut tidak boleh dianggap berbahaya.

Pasalnya, dirinya tidak ingin demokrasi di Indonesia tercoreng.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved