Usulan Pemakzulan Gibran
Rocky Gerung Nilai Pemakzulan Gibran Tak Bakal Mudah, Jokowi Bisa Terseret
Rocky Gerung menyebut, proses pemakzulan Gibran harus melalui prosedur panjang yang melibatkan proses politik dan hukum di MPR, DPR, dan MK.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Pengamat politik Rocky Gerung mengakui jika proses pemakzulan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka tidak akan berjalan mudah.
Rocky Gerung menyebut, proses pemakzulan Gibran harus melalui prosedur panjang yang melibatkan proses politik dan hukum di MPR, DPR, dan Mahkamah Konstitusi.
Sementara, juga ada anggapan jika Gibran adalah satu paket dengan Presiden RI Prabowo Subianto.
Baca juga: Jimly Asshiddiqie Yakin Prabowo Akan Lindungi Gibran dari Upaya Pemakzulan, Ungkap Alasan Masuk Akal
Tetapi kata, Rocky Gerung mengatakan, satu paket itu tidak berlaku.
Hal ini dia sampaikan dalam tayangan yang diunggah di kanal YouTube Rocky Gerung Official, Rabu (4/6/2025).
"Iya, pasti ada banyak keberatan prosedural, karena dianggap bahwa ini kan satu paket dengan Pak Prabowo. Itu soal yang secara teknis bisa diselesaikan," kata Rocky.
"Apakah karena satu paket? Kalau pendamping presiden itu bermasalah, maka presiden juga mesti dinyatakan di dalam kondisi yang sama? Kan enggak begitu," tambahnya.
Rocky Gerung lantas melanjutkan, dasar legitimasi pemakzulan Gibran adalah opini publik.
Walhasil kata dia, MPR meski mengambil langkah sesuai prosedur, tetapi yang harus dipersoalkan adalah legitimasinya.
"Justru kita mau lihat apa dalil yang akan diajukan di dalam perdebatan publik nanti. Ketika surat permintaan pemakzulan Gibran itu sudah masuk ke MPR, nggak mungkin MPR berdiam diri," kata Rocky.
"Iya, tunggu prosedur, tetapi ini soal legitimasi. Dan dasar legitimasi itu adalah opini publik," jelasnya.
"Opini publik artinya, kesungguhan hati publik untuk mempersoalkan hal-hal yang bagi publik tidak masuk akal," lanjutnya.
Baca juga: Di Solo, Jokowi Respons Pertemuan Prabowo, Gibran, dan Megawati di Hari Lahir Pancasila : Biasa Saja
"Gibran jadi wakil presiden tidak masuk akal. Gibran disodorkan, lalu dimanipulasi melalui Mahkamah Konstitusi itu sangat tidak masuk akal," tambahnya.
Rocky Gerung mengungkapkan, jika nanti Jokowi dimintai keterangan dalam proses pemakzulan Gibran, hal tersebut tidak boleh dianggap berbahaya.
Pasalnya, dirinya tidak ingin demokrasi di Indonesia tercoreng.
| Jawaban Puan Maharani Ditanya Update soal Surat Pemakzulan Gibran, Beralasan Masih Proses |
|
|---|
| Puan Maharani Mengaku Belum Lihat Surat Pemakzulan Gibran, Mahfud MD Tak Percaya : Modus Politik |
|
|---|
| Mahfud MD Nilai Pemakzulan Gibran Sulit Terwujud, Duga Ada Ancaman Terselubung Jokowi kepada Prabowo |
|
|---|
| Usulan Pemakzulan Gibran Tak Kunjung Diproses, Pengamat Sebut Pengaruh Jokowi di Solo Masih Kuat |
|
|---|
| Pengamat Ungkap 3 Skema Gibran Bisa Lengser dari Kursi Wapres, Kartu As Ada di Presiden Prabowo |
|
|---|