Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Opini

Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia pada Pokdarwis Watu Kurung: Komitmen Kembangkan Desa Wisata

Kades mengapresiasi inisiatif UNS dalam menyelenggarakan kegiatan ini, seraya menyampaikan harapan agar Desa Sepat dapat jadi desa wisata

Dok UPW SV UNS
Program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi Usaha Perjalanan Wisata Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses digelar di Desa Sepat, Sragen 

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi Usaha Perjalanan Wisata Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses digelar di Desa Sepat, Sragen, dengan fokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia dan revitalisasi Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Dewi Sri sebagai bagian dari pengembangan desa wisata.

Pembukaan dan Sambutan Inspiratif

Acara dimulai pukul 10.00 WIB dengan pembukaan, doa bersama, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Deria selaku perwakilan dosen UNS, yang menekankan pentingnya peran dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Ia mengajak semua pihak untuk bersinergi membangun potensi pariwisata Desa Sepat melalui peningkatan kapasitas SDM, terutama melalui keberadaan dan peran aktif Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata).

Kepala Desa Sepat dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif UNS dalam menyelenggarakan kegiatan ini, seraya menyampaikan harapan agar Desa Sepat dapat menjadi desa wisata unggulan dengan masyarakat yang semakin berdaya.

Dukungan senada juga disampaikan oleh perwakilan Pokdarwis yang berharap kegiatan ini dapat memajukan KEK Dewi Sri.

Sesi Inti: Dialog, Materi, dan Gagasan Solutif

Sesi utama diisi oleh Bapak Nanang yang menyampaikan materi penguatan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat.

Beliau menekankan pentingnya komitmen, kompetensi, dan konsistensi dalam mewujudkan desa wisata yang berkelanjutan. 

Ia juga mendorong Kepala Desa untuk menyampaikan kendala dan arah pengembangan KEK ke depan agar dapat dirumuskan bersama.

Diskusi berkembang dengan berbagai pandangan dari tokoh desa dan anggota Pokdarwis.

Kepala Desa menyampaikan rencana pengembangan peternakan ayam petelur dan kambing, pembangunan kolam renang anak, serta kios usaha warga. 

Meski menghadapi hambatan anggaran dan semangat warga yang mulai menurun akibat kurangnya inovasi, optimisme tetap muncul dengan dukungan dana desa senilai Rp321 juta untuk pengembangan kios dan sektor peternakan.

Anggota Pokdarwis menyoroti turunnya pendapatan KEK pasca masa awal yang sukses, akibat manajemen yang belum maksimal, kurangnya inovasi, dan infrastruktur yang belum memadai.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved