Fakta Menarik Tentang Klaten
Asal-usul Umbul Gedaren di Klaten, Ada Mitos Gendari yang Dipercaya sebagai Sosok Penjaga
Saat ini, Umbul Gedaren menjadi salah satu destinasi wisata sumber mata air yang memikat dengan suasana alami dan udara sejuk.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dikenal memiliki banyak umbul.
Salah satu umbul di Klaten yang cukup populer adalah Umbul Gedaren.
Lokasinya ada di Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten.
Baca juga: Asal-usul Omah Demit di Mojopereng Krakitan Klaten, Saksi Bisu Penjajahan Belanda
Saat ini, Umbul Gedaren menjadi salah satu destinasi wisata sumber mata air yang memikat dengan suasana alami dan udara sejuk yang dikelilingi rerimbunan pohon.
Kejernihan airnya dan keasrian lingkungan sekitar menjadikan tempat ini sering dikunjungi oleh wisatawan yang ingin melepas penat atau sekadar menikmati kesegaran air alami.
Namun, di balik pesona alamnya, Umbul Gedaren menyimpan cerita menarik yang belum banyak diketahui masyarakat, yakni tentang asal-usul penamaan tempat ini yang erat kaitannya dengan unsur mistis.
Umbul Gedaren terbagi menjadi dua bagian sumber mata air, yaitu Umbul Lanang di sisi barat dan Umbul Wadon di sisi timur.
Baca juga: Asal-usul Sendang Gotan di Jatinom Klaten, Dipercaya Airnya Berkhasiat dan Ada Pantangan
Asal-usul Umbul Gedaren
Konon, di bagian timur itulah terdapat sosok mistis yang dipercaya menjaga kawasan tersebut.
Sosok ini dikenal dengan nama Dewi Siti Sundari, atau yang lebih akrab dipanggil Gendari.
Para sesepuh desa menyebut bahwa kehadiran Gendari memberi aura tersendiri bagi Umbul Gedaren.
Dahulu, dipercaya bahwa siapa pun yang mandi di sumber mata air ini akan terlihat lebih cantik dibandingkan dengan mandi di tempat biasa.
Baca juga: Asal-usul Gunung Kelir di Sembukan Sidoharjo Wonogiri, Mitosnya Jadi Tempat Ritual Para Dalang
Keyakinan ini membuat masyarakat setempat memaknai kehadiran sang penjaga sebagai berkah, bukan ancaman.
Umbul Gedaren sendiri memiliki ukuran sekitar 60 meter x 17 meter, dan tidak hanya berfungsi sebagai tempat wisata atau ritual, tetapi juga sebagai sumber kehidupan warga.
Setiap hari, masyarakat menggunakan air dari umbul ini untuk mandi, mencuci, dan mengairi sawah seluas kurang lebih 20 hektare
Asal-usul Umbul Nilo Klaten, Sudah Dimanfaatkan Sejak Zaman Kolonial Belanda |
![]() |
---|
Asal-usul Nama Desa Jaten di Juwiring Klaten : Mitos Pohon Jati Raksasa dan Jejak Kerajaan Majapahit |
![]() |
---|
Asal-usul Kecamatan Karangnongko Klaten, Masih Ada Jejak Mataram Kuno di Tengah Sawah |
![]() |
---|
Kisah Pembentukan Pasoepati - Pasukan Soeporter Pelita Sejati: Berawal dari Kerusuhan 1988 di Solo |
![]() |
---|
Asal-usul Watu Sepur di Bayat Klaten, Ada Batu Tertua dan Tempat yang Dikenal Mistis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.