Fakta Menarik Tentang Klaten
Asal-usul Bukit Argobelah di Kemalang Klaten, Dulu Sebuah Kampung Sebelum Disapu Erupsi Dahsyat
Bukit Argobelah berada di seberang kawasan wisata Deles Indah, dipisahkan oleh sebuah jurang yang dalam.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Di lereng timur Gunung Merapi, tepatnya di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, terdapat sebuah destinasi alam yang mulai menarik perhatian para pecinta kegiatan luar ruang.
Namanya adalah Bukit Argobelah yang kini jadi wisata hits bagi para pecinta wisata gunung.
Berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), bukit ini menyuguhkan keindahan alami khas pegunungan dengan suasana yang asri dan hijau.
Baca juga: Asal-usul Pertapaan Bancolono di Karanganyar, Jejak Raja Terakhir Majapahit di Lereng Gunung Lawu
Asal-usul Bukit Argobelah
Bukit Argobelah berada di seberang kawasan wisata Deles Indah, dipisahkan oleh sebuah jurang yang dalam.
Jalur menuju puncaknya berupa jalan setapak menyusuri tepi bukit, menghadirkan pengalaman mendaki yang tenang dan menyejukkan.
Di ujung jalur, pengunjung akan disambut panorama menakjubkan: puncak Gunung Merapi yang menjulang gagah serta lanskap kawasan perkotaan dari kejauhan.
Baca juga: Asal-usul Waduk Bayut di Sragen : Dibangun di Zaman Belanda & Ada Makam Kuno, Kini Dinamakan Gebyar
Di perbukitan seberangnya, terlihat guratan batuan purba, jejak dari aktivitas vulkanik ribuan tahun silam.
Nama Argobelah sendiri mengandung filosofi mendalam.
"Argo" berarti gunung dan "belah" berarti terbelah.
Menurut cerita yang sudah turun temurun, dahulu bukit ini merupakan bagian dari perbukitan Kampung Seluman.
Namun, sebuah erupsi dahsyat pada April 1872—yang disebut sebagai salah satu yang paling kuat dalam sejarah modern Merapi—memisahkan bukit ini hingga akhirnya dinamakan Argobelah.
Baca juga: Asal-usul Makam Kukun di Jaten Karanganyar, Ada Mitos Kawin Gencet yang Terkenal
Jejak Kampung yang Hilang
Kampung Seluman sendiri merupakan perkampungan lama yang hilang akibat erupsi besar hampir seabad yang lalu.
Kini, Argobelah berada di antara dua jurang yang dinamai Jurang Seluman dan Kali Lumbak, dengan aliran air yang konon berhulu dari Gunung Bibi, bagian dari Merapi purba.
Erupsi Merapi tahun 2010 juga sempat meninggalkan jejak di kawasan ini.
Bebatuan dari erupsi tertancap di pohon-pohon, namun kini jejak itu sudah memudar, tertutupi waktu dan regenerasi alam.
Meski begitu, kawasan Argobelah tetap menyimpan kekayaan ekologi dan menjadi lokasi pengamatan satwa seperti lutung dan babi hutan yang sering muncul di sekitar Kampung Seluman.
Baca juga: Asal-usul Umbul Sigedhang di Klaten, Dahulu Kawasan Ini Ditumbuhi Banyak Pohon Pisang
Sejak dibuka pada akhir Januari 2025, jalur hiking Argobelah – Deles Indah langsung menarik perhatian para pendaki pemula maupun keluarga
Dengan total jarak sekitar 3 kilometer (PP) dan medan yang relatif landai tanpa tanjakan curam, jalur ini dinilai ramah untuk semua usia.
Jalur ini menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin menikmati keindahan alam Merapi tanpa harus menempuh medan ekstrem.
Namun, kawasan Bukit Argobelah tidak direkomendasikan untuk berkemah, mengingat kawasan ini lebih difokuskan sebagai jalur pendakian ringan dan edukasi mitigasi bencana.
(*)
Asal-usul Candi Sojiwan di Klaten, Jejak Kejayaan Masa Pemerintahan Mataram Kuno |
![]() |
---|
Asal-usul Umbul Nilo Klaten, Sudah Dimanfaatkan Sejak Zaman Kolonial Belanda |
![]() |
---|
Asal-usul Nama Desa Jaten di Juwiring Klaten : Mitos Pohon Jati Raksasa dan Jejak Kerajaan Majapahit |
![]() |
---|
Asal-usul Kecamatan Karangnongko Klaten, Masih Ada Jejak Mataram Kuno di Tengah Sawah |
![]() |
---|
Kisah Pembentukan Pasoepati - Pasukan Soeporter Pelita Sejati: Berawal dari Kerusuhan 1988 di Solo |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.