Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

SPMB SMP 2025

Sebanyak 32 SMP di Sukoharjo Masih Kekurangan Murid Baru, Disdikbud Izinkan Buka SPMB Offline

Dari total SMP yang melaksanakan SPMB Online sebanyak 48 sekolahan, 32 SMP masih kekurangan siswa baru. 

TribunSolo.com/Andreas Chris
SISWA SMP - Ilustrasi siswa SMP. Pendaftaran sistem penerimaan murid baru (SPMB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah usai pada 30 Juni 2025 lalu. Meski telah selesai, sebanyak 32 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sukoharjo masih kekurangan Kuota. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, mempersilahkan 32 sekolah menengah pertama (SMP) Negeri maupun swasta yang kekurangan kuota untuk membuka pendaftaran offline.

Kuota murid baru tingkat SMP di Sukoharjo tahun ajaran 2025/2026 sebanyak 9.760 Siswa.

Sedangkan siswa yang sudah diterima sebanyak 8.001 siswa murid baru tingkat SMP. 

Sehingga, ada 1.759 siswa yang saat ini belum mendapatkan sekolah SMP di Kabupaten Sukoharjo

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Heru Indarjo mengatakan dari total SMP yang melaksanakan SPMB Online sebanyak 48 sekolahan, 32 SMP masih kekurangan siswa baru. 

"Dengan itu, kami mempersilahkan untuk 32 SMP yang Kuotanya belum terpenuhi bisa membuka SPMB Offline di setiap sekolah masing-masing," kata Heru saat dikonfirmasi TribunSolo.com, Rabu (2/7/2025).

SISWA SMP - Ilustrasi siswa SMP. Pendaftaran sistem penerimaan murid baru (SPMB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah usai pada 30 Juni 2025 lalu. Meski telah selesai, sebanyak 32 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sukoharjo masih kekurangan Kuota.
SISWA SMP - Ilustrasi siswa SMP. Pendaftaran sistem penerimaan murid baru (SPMB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah usai pada 30 Juni 2025 lalu. Meski telah selesai, sebanyak 32 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sukoharjo masih kekurangan Kuota. (TribunSolo.com/Septiana Ayu)

Ia menjelaskan, SPMB Offline ini sudah dimulai sejak tanggal 1 Juli 2025 kemarin dan akan berlangsung sampai siswa siswi masuk sekolah atau tepatnya tanggal 13 Juli 2025. 

"Apabila sebelum 13 Juli kuota ada yang terpenuhi, makan SMP tersebut bisa menutup SPMB offline. Maksimal untuk SPMB Offline tanggal 13 Juli 2025," terangnya.

Baca juga: SPMB SMP 2025 Sukoharjo Ditutup, 32 SMP Masih Kekurangan Murid Baru

SPMB Offline, ada kuota 1.759 murid baru, sehingga murid yang belum mendapatkan sekolah bisa langsung mendaftarkan di SMP yang saat ini kuota belum terpenuhi. 

Adapun 32 SMP dan Kuota yang diperlukan antara lain :

SMPN 2 Bendosari kurang 36 calon murid baru, SMPN 1 Bulu 48 murid, SMPN 2 Bulu 37 murid, SMP Al Islam Gatak 32 murid, SMP Muhammadiyah 1 Gatak 91 murid.

Kemudian, SMPN 2 Grogol 54 murid, SMP Al Islam Kartasura 95 murid, SMP IT Al Anis 64 murid, SMP Muhammadiyah 1 Kartasura 123 murid, SMP Muhammadiyah 2 Kartasura 64 murid, SMPN 2 Kartasura 6 murid, SMPN 3 Grogol 88 murid.

Tak hanya itu saja, kemudian SMP Prawira Marta Kartasura 31, SMP Widya Wacana Kartasura 31 murid, SMP Muhammadiyah Mojolaban 62 murid, SMPN 1 Nguter 74 murid, SMPN 2 Nguter 38 murid 

SMPN 3 Nguter 89 murid, SMPN 2 Polokarto 123 murid, SMPN 3 Polokarto 7 murid, SMPN 4 Polokarto 30 murid, SMP Islam Terpadu Teladan Sukoharjo 32 murid .

Terakhir, SMPN 6 Sukoharjo 83 murid, SMPN 7 Sukoharjo 24 murid, SMPN 3 Tawangsari 61 murid, SMPN 4 Tawangsari 61 murid, SMPN 1 Weru 36 murid, SMPN 2 Weru 28 murid dan SMPN 3 Weru 83 murid. 

Heru menambahkan, sekolah yang kekurangan murid baru atau belum mampu memenuhi kuota, nantinya akan dilakukan evaluasi secara keseluruhan mengenai penyebab kondisi hal ini. 

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved