Vandalisme di SD Negeri Sragen

Vandalisme di SD Negeri 2 Gondang Sragen : Tak Ada Kamera CCTV, Pelaku Masih Misterius

SD Negeri 2 Gondang di Kabupaten Sragen jadi sasaran aksi vandalisme yang dilakukan orang-orang tidak bertanggung jawab.

Tayang:
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Putradi Pamungkas
Istimewa
VANDALISME - Tembok dan bendera merah putih di SD Negeri 2 Gondang, Kabupaten Sragen jadi sasaran aksi vandalisme, Selasa (22/7/2025). Siapa pelaku vandalisme tersebut, tidak ada yang tahu, lantaran tidak ada kamera pengawas CCTV di lingkungan sekolah. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Aksi vandalisme menghebohkan warga Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, setelah SD Negeri 2 Gondang menjadi sasaran coretan oleh pihak tak dikenal.

Sejumlah tembok sekolah bahkan bendera merah putih yang terpasang di halaman sekolah turut dirusak.

Tulisan kaligrafi tak terbaca terlihat menghiasi salah satu sisi tembok sekolah.

Tak hanya itu, bagian putih bendera merah putih dicoret dengan kata “Gaza”.

Coretan tersebut ditemukan warga pada pagi hari, Senin (21/7/2025), setelah sebelumnya bendera dibiarkan berkibar selama libur akhir pekan.

Mirisnya, pagar tembok milik warga yang berada di seberang sekolah pun ikut dicoret, bahkan dengan gambar yang dianggap tidak pantas.

Anggota DPRD Kabupaten Sragen, Bambang Widjo Purwanto, mengungkapkan bahwa peristiwa ini baru diketahui setelah ramai dibicarakan di lingkungan warga sekitar.

"Kejadian kemarin malam, tahunya pas sudah ramai, dibagikan ke grup paguyuban RT RW, akhirnya ramai, jadi bahan pembicaraan," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (22/7/2025).

VANDALISME - Tembok dan bendera merah putih di SD Negeri 2 Gondang, Kabupaten Sragen jadi sasaran aksi vandalisme, Selasa (22/7/2025). Siapa pelaku vandalisme tersebut, tidak ada yang tahu, lantaran tidak ada kamera pengawas CCTV di lingkungan sekolah.
VANDALISME - Tembok dan bendera merah putih di SD Negeri 2 Gondang, Kabupaten Sragen jadi sasaran aksi vandalisme, Selasa (22/7/2025). Siapa pelaku vandalisme tersebut, tidak ada yang tahu, lantaran tidak ada kamera pengawas CCTV di lingkungan sekolah. (Istimewa)

Namun hingga kini, siapa pelaku aksi tersebut belum diketahui.

Tidak adanya kamera pengawas (CCTV) di sekitar lingkungan sekolah membuat proses identifikasi pelaku menjadi sulit.

"Pas pertama kali diketahui, bendera masih berada di tiang, jadi pelakunya menurunkan benderanya dulu, dicoret-coret, lalu dinaikkan lagi," jelas Bambang.

Pihak sekolah segera bertindak dengan menurunkan bendera yang telah dirusak, menggantinya dengan yang baru, dan melapor kepada koordinator wilayah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Bambang menegaskan bahwa insiden ini seharusnya tidak dikaitkan dengan solidaritas terhadap isu Palestina, karena telah menyentuh simbol negara.

"Kita untuk masalah Palestina tidak begitu mempermasalahkan, untuk menunjukkan solidaritas Palestina, tidak harus merusak bendera, yang disayangkan adalah vandalismenya, jadi ini bukan tentang solidaritas Palestina," ujarnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved