Makam Belanda di Sragen
Jejak Tuan Kripel, Petinggi Pabrik Serat Nanas Asal Belanda di Sragen, Nisan Makamnya Kini Raib
Di lokasi tersebut, pernah berdiri makam seorang petinggi pabrik serat nanas asal Belanda, yang disebut warga sebagai Tuan Kripel.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Di balik sunyinya pemakaman umum Dukuh Gempol, Desa/Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, tersembunyi kisah masa lampau yang kini nyaris terhapus oleh waktu.
Di lokasi tersebut, pernah berdiri makam seorang petinggi pabrik serat nanas asal Belanda, yang disebut warga sebagai Tuan Kripel.
Namun kini, tak ada lagi nisan yang menandai keberadaannya.
Jejak sang penggede pabrik itu tinggal cerita yang diwariskan turun-temurun oleh keturunannya.
Makam yang diduga sebagai tempat peristirahatan terakhir Tuan Kripel berada di area yang oleh warga dikenal sebagai kompleks “makam Belanda.”
Di tengah pemakaman modern, makam-makam tua dengan nisan khas Eropa dan batu berbentuk persegi bisa terlihat, meski sebagian sudah rusak dan bahkan menghilang.
Salah satu saksi hidup sejarah itu adalah Sutikno (75), warga Desa Sambirejo, yang menyebut dirinya sebagai cicit dari Tuan Kripel.
Ia mengisahkan bahwa kakek buyutnya adalah seorang Belanda yang semasa hidupnya memimpin sebuah pabrik serat nanas yang dulunya berdiri megah di Desa Blimbing, tak jauh dari lokasi makam.
“Simbah saya yang perempuan asli Jawa, sedangkan kakek laki-laki yang orang Belanda, dimakamkan disitu, namanya Tuan Kripel,” jelasnya.

Menurut Sutikno, nisan makam Tuan Kripel dulu dibuat dari batu marmer berbentuk persegi.
Namun, karena dicuri orang puluhan tahun lalu, kini tak ada lagi penanda apapun di lokasi tersebut.
Ia menyayangkan hilangnya benda bersejarah itu karena kini keluarganya tak bisa lagi menunjukkan lokasi pasti makam leluhurnya.
“Cerita dari kakek saya, Tuan Kripel adalah penggede pabrik serat nanas, kalau bisa dikata Ketuanya ya simbah saya, kemudian bersama dengan simbah saya disini,” tambahnya.
Baca juga: Sejarah Tugu Pusaka Selogiri di Wonogiri, Menyimpan Tiga Pusaka Raden Mas Said Saat Melawan Belanda
Kini, tugu besar setinggi sekitar 1,5 meter yang berdiri tak jauh dari bekas lokasi makam, menjadi satu-satunya struktur yang masih menyimpan nuansa kolonial.
Pemkab Klaten Dukung Upaya BNN Jateng, Tingkatkan Penanggulangan Narkoba |
![]() |
---|
Sambung Rasa Desa Kingkang Klaten, Renovasi Gedung Serbaguna Jadi Aspirasi |
![]() |
---|
Hari Pelanggan Nasional, PLN Tegaskan Komitmen Pemerataan Energi di Jawa Tengah dan DIY |
![]() |
---|
Kasus Temuan Jasad Bayi di Giriwoyo Wonogiri: Ayah Bayi Bakal Jalani Tes DNA |
![]() |
---|
Pekan Lalu Dievakuasi dengan Kasur, Wanita Obesitas Karanganyar Meninggal, Pemakaman Dibantu Damkar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.