Sejarah Kuliner Legendaris

Sejarah Sego Kucing, Makanan Khas dan Ikonik Kota Solo, Ternyata Ada 2 Versi soal Asal-usul Namanya

Nasi kucing adalah nasi bungkus berukuran mini, biasanya hanya sekitar 3–5 sendok makan. Makanan ini populer di Solo Raya.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/MARDON WIDIYANTO
MENIKMATI NASI KUCING - Wedangan Hick Gaul Pak Mul di Jalan Solo-Tawangmangu, tepatnya di Kelurahan Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Minggu (21/5/2023). Beginilah sejarah nasi kucing bisa menjadi makanan khas Solo Raya. 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kota Solo, Jawa Tengah, memiliki banyak makanan khas dengan nama-nama unik.

Salah satu makanan khas di Solo yang bernama unik adalah nasi kucing.

Nasi kucing telah menjadi makanan sekaligus ikon Kota Solo, karena makanan satu ini mudah ditemui di angkringan atau wedangan atau HIK (hidangan istimewa kampung) yang menjamur di berbagai sudut kota.

Baca juga: Sejarah Tiwul, Makanan Legendaris di Solo Raya, Dulu Dimakan Rakyat Miskin sebagai Pengganti Nasi

Meski tampil sederhana, hanya sebungkus kecil nasi dengan lauk minimalis seperti sambal dan teri, nasi kucing atau sego kucing menyimpan sejarah panjang dan filosofi yang menarik untuk disimak.

Apa Itu Nasi Kucing?

Nasi kucing adalah nasi bungkus berukuran mini, biasanya hanya sekitar 3–5 sendok makan.

Nasi ini dibungkus menggunakan kertas nasi atau daun pisang, dan biasanya disertai dengan lauk sederhana seperti sambal teri, oseng tempe, atau kadang hanya berisi sambal dan gereh (ikan pindang).

Porsinya yang kecil memang bukan ditujukan untuk mengenyangkan. Fungsinya lebih sebagai camilan berat, teman minum teh, atau pengisi perut ringan saat nongkrong di angkringan.

Biasanya nasi kucing disajikan bersama menu pelengkap seperti:

  •  Baceman (ceker, tahu, tempe)
  • Sate-satean (usus, telur puyuh, kepala ayam)
  • Gorengan dan aneka minuman hangat

Asal Usul dan Sejarah Nasi Kucing

WEDANGAN LEGEND SOLO - Wedangan Pak Basuki di Jl. Agus Salim No.17, Solo, Jawa Tengah. Begini sejarah Wedangan Pak Basuki.
WEDANGAN LEGEND SOLO - Wedangan Pak Basuki di Jl. Agus Salim No.17, Solo, Jawa Tengah. Begini sejarah Wedangan Pak Basuki. (INSTAGRAM/carikulinersolo)

Meski angkringan kini identik dengan Solo dan Yogyakarta, ternyata sejarahnya bermula dari kebiasaan para pedagang keliling yang menjual makanan murah dan praktis kepada kalangan pekerja dan masyarakat kecil.

Salah satu makanan yang populer adalah terikan, makanan berkuah santan dengan lauk sederhana seperti tempe dan tahu.

Namun seiring waktu, nasi kucing mulai mengambil alih peran sebagai menu utama.

Alasannya? Murah, praktis, dan mudah dibungkus serta disajikan.

Baca juga: Sejarah Carang Gesing, Jajanan Legendaris Solo, Buah Kreativitas Rakyat Zaman Dulu Olah Pisang

Menurut Gunadi S.Pd.I (Gugun), inisiator Desa Cikal Bakal Angkringan di Ngerangan, Klaten, istilah nasi kucing berasal dari jenis lauk yang digunakan: gereh pindang, yaitu lauk yang dianggap biasa diberikan kepada kucing.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved