DPRD Sukoharjo
Komisi IV DPRD Sukoharjo Sidak SDN 1 Telukan, Minta Pemkab Kaji Ulang Status Sekolah Unggul
Sidak tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan sekolah yang sebelumnya diresmikan sebagai sekolah unggulan oleh Bupati Sukoharjo.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Komisi IV DPRD Kabupaten Sukoharjo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SD Negeri Telukan 1, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Rabu (17/6/2026).
Sidak tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan sekolah yang sebelumnya diresmikan sebagai sekolah unggulan oleh Bupati Sukoharjo pada 25 Mei 2026 lalu.
Dari hasil kunjungan tersebut, DPRD menilai konsep dan implementasi sekolah unggulan masih perlu dievaluasi agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
Baca juga: DPRD Sukoharjo Minta Sekda Susun Skema Efisiensi BBM untuk Kendaraan Dinas Pemkab Sukoharjo
Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo, Danur Sri Wardhana, mengatakan program unggulan di bidang pendidikan seharusnya tidak hanya diterapkan pada satu sekolah tertentu, melainkan menjadi kebijakan yang dapat dirasakan oleh seluruh sekolah di Kabupaten Sukoharjo.
Menurutnya, untuk mewujudkan sekolah unggul diperlukan persiapan yang matang, mulai dari visi dan misi yang jelas, target yang terukur, hingga kesiapan tenaga pendidik yang profesional dan kompeten.
"Program unggulan itu seharusnya ada di seluruh Kabupaten Sukoharjo. Tetapi sekolah juga harus berbenah. Visi-misinya seperti apa, targetnya seperti apa, tenaga pendidiknya mampu atau tidak, profesional atau tidak," ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Danur menegaskan, sekolah unggul tidak hanya dinilai dari capaian akademik semata.
Baca juga: BEM Soloraya Belum Tentukan Aksi Lanjutan, DPRD Solo Diberi Waktu Tiga Hari Tindaklanjuti Tuntutan
Lebih dari itu, sekolah juga harus mampu membentuk karakter dan moral peserta didik serta memberikan ruang bagi pengembangan bakat dan potensi siswa.
"Sekolah unggul itu tidak hanya masalah akademik. Ada aspek moral, karakter, dan bakat anak yang harus dikembangkan. Anak-anak yang memiliki kemampuan tertentu harus bisa difasilitasi untuk berkembang," katanya.
Selain kualitas sumber daya manusia (SDM), lanjut Danur, keberhasilan program sekolah unggul juga ditentukan oleh sarana dan prasarana yang memadai serta lingkungan pendidikan yang mendukung proses belajar mengajar.
"Menuju sekolah unggul itu banyak faktor. Sarana dan prasarana harus mumpuni, lingkungan juga harus mendukung," tambahnya.
Baca juga: Tower di Desa Siwal Diduga Tak Miliki Penangkal Petir, Warga Mengadu ke DPRD Sukoharjo
DPRD Nilai Istilah Sekolah Unggulan Kurang Tepat
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo, Agus Sumantri, menilai penggunaan istilah sekolah unggulan terhadap SD Negeri Telukan 1 kurang tepat dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Menurut Agus, yang seharusnya menjadi fokus adalah program sekolah unggulan sebagai kebijakan pemerintah daerah, bukan memberikan label unggulan kepada satu sekolah tertentu.
"Jadi kami ingin meluruskan kalimat sekolah unggulan. Menurut kami itu salah kaprah. Sekolah unggulan itu seharusnya program kebijakan pemerintah daerah untuk mewujudkan sekolah-sekolah yang unggul," ujarnya.
| DPRD Sukoharjo Minta Sekda Susun Skema Efisiensi BBM untuk Kendaraan Dinas Pemkab Sukoharjo |
|
|---|
| Harga Pertamax Melonjak, Pemkab Sukoharjo Belum Tentukan Sikap Soal Penghematan Mobil Dinas |
|
|---|
| Peningkatan Kualitas Jalan di Sukoharjo Terus Dikebut, Diharap Menekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas |
|
|---|
| Jalan Tanjunganom-Daleman Mulai Dicor Beton, Pemkab Sukoharjo Kebut Empat Proyek Strategis 2026! |
|
|---|
| Bupati Etik Terus Berupaya Tekan Angka Kemiskinan di Sukoharjo, Salah Satunya Lewat Program RTLH |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/sidah-dprd-sukoharjo-di-sdn-telukan-1.jpg)