Sejarah Kuliner Legendaris
Sejarah Es Pisang Ijo: Kuliner Makassar yang Kini Populer Sebagai Menu Buka Puasa di Solo
Rasanya yang segar dan menyegarkan menjadikannya hidangan favorit, terutama sebagai menu buka puasa selama bulan Ramadan.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Es pisang ijo berasal dari Makassar, terbuat dari pisang raja yang dibalut adonan tepung hijau, sirup, dan es serut. Awalnya disajikan dalam acara penting masyarakat Bugis-Makassar.
- Pisang sudah lama menjadi bahan kuliner di Nusantara, sedangkan es mulai dikenal di Makassar pada abad ke-19 berkat perdagangan dengan Jawa.
- Kini, es pisang ijo semakin populer di Solo, terutama sebagai menu buka puasa, berkat inovasi rasa dan pengaruh media sosial.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Es pisang ijo adalah salah satu hidangan khas dari Makassar, Sulawesi Selatan, yang kini telah menjadi pilihan populer di berbagai daerah, termasuk Solo.
Rasanya yang segar dan menyegarkan menjadikannya hidangan favorit, terutama sebagai menu buka puasa selama bulan Ramadan.
Meski tampilannya sederhana, es pisang ijo memiliki sejarah panjang yang terhubung dengan tradisi dan budaya Makassar.
Baca juga: Sejarah Cap Go Meh : Jatuh pada 3 Maret 2026, Tiap Tahun Dirayakan Secara Meriah di Solo
Asal-Usul Es Pisang Ijo
Es pisang ijo diperkirakan muncul pada awal abad ke-20 di Makassar.
Hidangan ini awalnya disajikan dalam acara-acara penting masyarakat Bugis-Makassar.
Es pisang ijo terbuat dari pisang raja yang dibalut dengan adonan tepung berwarna hijau, menggunakan daun pandan atau suji sebagai pewarna alami.
Warna hijau pada adonan ini tidak hanya memberikan daya tarik visual, tetapi juga melambangkan kesuburan, harmoni, dan melimpahnya sumber daya alam Sulawesi.
Baca juga: Sejarah Es Kopyor, Minuman Legendaris jadi Salah Satu Favorit Buka Puasa di Solo Raya
Makanan penutup ini diciptakan untuk menyegarkan tubuh di tengah iklim tropis yang panas, dan sejak saat itu, es pisang ijo menjadi simbol kebersamaan yang sering disajikan dalam acara keluarga.
Kini, meskipun telah mengalami beberapa modifikasi, es pisang ijo tetap menjadi sajian yang melambangkan tradisi budaya Makassar.
Sejarah Pisang dan Es dalam Kuliner Nusantara
Pisang, bahan utama dari es pisang ijo, memiliki sejarah yang panjang.
Menurut buku Pisang: Budi Daya, Pengolahan, dan Prospek Pasar, pisang telah ada sejak awal peradaban manusia dan sudah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Asia Tenggara.
Indonesia, dengan Sulawesi Selatan sebagai salah satu daerah penghasil pisang terbesar, memanfaatkan pisang dalam berbagai kuliner, termasuk es pisang ijo.
Baca juga: Sejarah Opor Ayam, Hidangan Khas Lebaran di Solo yang Dibawa Bangsa India-Arab pada Masa Lampau
Es, bahan pelengkap dalam es pisang ijo, mulai dikenal di Nusantara pada akhir abad ke-19.
Es semula merupakan simbol kemewahan bagi keluarga kaya di Batavia, namun seiring perkembangan industri pembuatan es, konsumsi es pun meluas.
| Cerita Panjang Kenapa Orang Solo Raya Gemar Sarapan Pakai Bubur Ayam, Tradisi dari Tiongkok |
|
|---|
| Sejarah Sego Berkat, dari Hidangan Hajatan Menjelma jadi Kuliner Khas Wonogiri |
|
|---|
| Ini Lho Asal-usul Mie Ayam Bisa Jadi Kuliner Populer di Solo Raya, Konon Berasal dari Tiongkok |
|
|---|
| Ini Lho Sejarah Pecel Bisa jadi Menu Sarapan Warga Solo Raya, Kuliner yang Sudah Ada Sejak Abad ke-9 |
|
|---|
| Rekomendasi Kuliner Solo : Cicipi Nasi Liwet Bu Wongso Lemu yang Legendaris Sejak 1950-an |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ilustrasi-es-pisang-ijo-khas-Makassar.jpg)