Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Makan Bergizi Gratis di Wonogiri

SPPG di Wonogiri Diklaim Buka Banyak Lapangan Pekerjaan: 1 SPPG 50 Karyawan

SPPG di Wonogiri diklaim bisa memberikan pekerjaan. Satu SPPG membutuhkan sekitar 50 karyawan.

TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
CEK LAPANGAN. Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Edi Ristriyono meninjau SPPG Bulusulur, Selasa (26/8/2025). 

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Wonogiri diklaim bisa memberikan lapangan pekerjaan. 

Ini dikatakan Dandim 0728/Wonogiri, Letkol Inf Edi Ristriyono

Dia menyebut saat ini sudah ada 67 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendaftar sebagai mitra program makan bergizi gratis (MBG) di Wonogiri.

Dari jumlah itu, sebanyak 19 SPPG sudah running, sementara lainnya bakal siap running dalam waktu dekat, ada yang masih menunggu virtual account maupun tahap pembangunan.

Menurut Dandim, adanya SPPG itu berdampak terhadap ketersediaan lapangan kerja.

Sebab, setiap SPPG membutuhkan 50 orang karyawan.

"Dampaknya banyak, lowongan pekerjaan itu. Setiap SPPG 50 karyawan," katanya, Kamis (28/8/2025).

Ia menjelaskan di setiap SPPG atau dapur itu ada satu Kasatpel, ahli gizi, akuntan dan karyawan seperti pengantar hingga koki yang memasak menu MBG.

Baca juga: Belum Ada SPPG di Karangtengah Wonogiri, MBG Dilayani SPPG Kecamatan Terdekat

Menurut dia perekrutan karyawan di SPPG melalui proses seleksi.

Setiap SPPG akan melakukan seleksi kepada calon karyawan, kecuali Kasatpel yang mana ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

"Ada seleksinya. Nanti biasanya dari SPPG kita diundang untuk mengadakan seleksi," katanya.

Informasi lowongan pekerjaan itu, kata dia, bisa didapatkan secara mudah oleh masyarakat.

Semisal ada dapur SPPG di lingkungan masyarakat bisa datang untuk mendaftar.

Selain itu juga bisa mencari informasi ke Babinsa.

Meski begitu, setiap SPPG menurutnya akan memprioritaskan masyarakat yang tinggal di lingkungan dapur itu berdiri atau masyarakat terdekat.

"Dari situ kan bisa diketahui datanya, orangnya bagaimana. Jangan sampai ketemu orang yang tidak mau bekerja dengan baik," jelas Dandim.

Selain membuka lowongan pekerjaan, keberadaan SPPG juga berdampak menggerakkan UMKM.

Sebab bahan untuk menu MBG yang diperlukan cukup banyak.

"Selain itu kan ini, pasti pembelian bahan-bahan ini laku. Kalau semakin banyak kan (SPPG) semakin banyak yang mencari," imbuhnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved