Breaking News

Sopir Tewas di Karanganyar

Modus Perampokan yang Tewaskan Sopir Asal Demak di Karanganyar, Soto Dicampur Obat Bius

Modus para pelaku untuk merampok korban sopir asal Demak, pertama yakni menyewa jasa angkut, kedua membius lewat Soto.

Tayang:
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
BARANG BUKTI. Polres Karanganyar menunjuk salah satu barang bukti, berupa pakaian warga asal Kabupaten Demak, yang ditemukan lemas duduk bersila dan tewas di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, di Mapolres Karanganyar, Jum'at (28/11/2025). Dia merupakan korban perampokan. 

"Setelah bertemu korban, para tersangka kemudian mengajaknya ke warung soto," lanjutnya.

Di warung tersebut, makanan soto milik korban dicampur obat bius.

"Setelah selesai makan dan melanjutkan perjalanan, korban merasa lemas hingga tak sadarkan diri," ujar Wikan.

Korban kemudian dikeluarkan dari mobil dan ditinggalkan di dekat warung tempat ia akhirnya ditemukan warga pada Minggu pagi.

Akibat kejadian tersebut, 7 tersangka dijerat Pasal 365 Ayat (3) KUHP.

Sebagai informasi, Pasal 365 Ayat (3) KUHP mengatur pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

TERSANGKA. Tujuh pelaku yang terlibat dalam perampokan mobil pikap milik Farid Ahyar (55), warga asal Kabupaten Demak, yang ditemukan tewas di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar dihadirkan polisi, Jum'at (28/11/2025).
TERSANGKA. Tujuh pelaku yang terlibat dalam perampokan mobil pikap milik Farid Ahyar (55), warga asal Kabupaten Demak, yang ditemukan tewas di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar dihadirkan polisi, Jum'at (28/11/2025). (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Keluarga Kehilangan

Raut kesedihan tak bisa disembunyikan istri dan putri korban perampokan di Karanganyar pada Jumat (28/11/2025). 

Kematian sang suami, Farid Ahyar (55), warga Desa Barursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak masih membekas. 

Istri Korban, Mianah (50) datang ke Polres Karanganyar bersama putrinya, Pramesti Dwi Cahyani (20). 

Putri korban, Pramesti, menceritakan keresahan saat ayahnya tak bisa dihubungi. 

Pramesti yang saat itu mengenakan hijab hitam dan kemeja kotak-kotak ini mengatakan, ayahnya berangkat dari rumah pukul 09.00 WIB.

Pukul 13.00 WIB, WhatsApp korban mulai tidak aktif sehingga keluarga melapor ke Polsek setempat dan memasukkan korban dalam daftar pencarian orang hilang.

Pada Minggu (2/11/2025), korban ditemukan di Desa Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, dan identitasnya dipastikan melalui sidik jari.

ISTRI DAN ANAK KORBAN. Istri korban Mianah (50) dan putri korban Pramesti Dwi Cahyani (20), warga Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, dihadirkan di Mapolres Karanganyar, Jum'at (28/11/2025). Mereka mengaku lega pelaku perampok tertangkap.
ISTRI DAN ANAK KORBAN. Istri korban Mianah (50) dan putri korban Pramesti Dwi Cahyani (20), warga Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, dihadirkan di Mapolres Karanganyar, Jum'at (28/11/2025). Mereka mengaku lega pelaku perampok tertangkap. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

“WA ayah saya sudah tidak aktif sejak pukul 13.00 WIB. Saya chat pukul 17.00 WIB sudah centang satu. Kami sempat melaporkan ayah saya ke DPO orang hilang, dan Minggu kami menerima kabar bahwa ayah ditemukan,” ujar Pramesti pada Jumat (28/11/2025). 

Sementara itu, Istri Korban, Mianah mengatakan, korban dikenal sejak muda sebagai sopir angkot yang ulet hingga memiliki mobil sendiri.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved