THL Karanganyar Terancam Diberhentikan

Gantungkan Hidup dari Status Ini, Wacana Pemangkasan THL Buat Guru Honorer Karanganyar Panik!

Dengan gaji antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per bulan, mereka tetap bertahan karena profesi guru menjadi tumpuan ekonomi.

|
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
GURU HONORER - Askaria Yunita, salah satu guru honorer SMPN 2 Colomadu, Karanganyar, Rabu (3/12/2025). Askaria mengaku sempat khawatir saat mendegar kabar soal pemangkasan pegawai non-ASN dan PPPK di tahun 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Guru honorer di Karanganyar sempat cemas setelah muncul kabar pemangkasan non-ASN dan PPPK pada 2026.
  • Askaria Yunita mengungkapkan kekhawatirannya karena profesi guru menjadi sumber nafkah utama dengan gaji Rp1–2 juta.
  • Pihak sekolah memberi respons positif dan mengupayakan koordinasi ke dinas, sementara para guru tetap bekerja seperti biasa.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto 

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kekhawatiran sempat menyelimuti para guru honorer di Karanganyar setelah muncul kabar soal kemungkinan pemangkasan pegawai non-ASN dan PPPK mulai 2026.

Isu itu membuat banyak tenaga pendidik merasa waswas, termasuk Askaria Yunita, guru honorer SMPN 2 Colomadu yang menggantungkan hidupnya pada profesi tersebut.

"Kami bekerja sepenuh hati karena pekerjaan ini sebagai mata pencaharian kami," kata Askaria, kepada TribunSolo.com, Rabu (3/12/2025).

Di ruang kepala sekolah tempat ia berbincang, Askaria menjelaskan bahwa sebagian besar guru honorer sudah berkeluarga dan memiliki kebutuhan yang besar.

Dengan gaji antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per bulan, mereka tetap bertahan karena profesi guru menjadi tumpuan ekonomi.

Baca juga: Wacana Pemangkasan THL di Karanganyar Tak Pengaruhi Guru Honorer? Hanya Status yang Berganti!

"Kami kebanyakan honorer yang menjadi wali kelas dan gaji yang diterima kalau saya pribadi cukup untuk saat ini," ujarnya.

Sudah hampir tiga tahun ia mengajar di SMPN 2 Colomadu.

Isu pemangkasan pegawai sempat membuatnya cemas, namun pihak sekolah langsung memberikan respons positif.

"Awalnya kami merasa khawatir, namun pihak sekolah memberikan reaksi yang positif. Pihak sekolah mengupayakan ke dinas," kata Askaria.

Ia menegaskan, meski isu tersebut merebak, para guru tetap bekerja sepenuh hati.

Askaria yang tinggal satu kilometer dari sekolah setiap hari berangkat mengajar menggunakan sepeda motor, sementara suaminya bekerja di Kabupaten Gresik.

"Saat ini kami masih menunggu informasi lebih lanjut, sambil menunggu, kami masih bekerja seperti biasa," ungkapnya.

THL Menunggu Keputusan

Kebijakan pemerintah yang akan memberhentikan seluruh pegawai non-Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 31 Desember 2025 menimbulkan keresahan di kalangan Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved