UMK Jawa Tengah 2026
UMK Sragen 2026 Diusulkan Naik, Buruh hingga Pengusaha Sepakati Rp2,3 Juta
UMK di Sragen mengalami kenaikan, ada selisir Rp155 ribu dari tahun sebelumnya.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- UMK Sragen tahun 2026 naik 7,124 persen menjadi Rp 2.337.700, atau naik Rp 155.500 dibanding tahun 2025 sebesar Rp 2.182.000.
- Penetapan UMK dilakukan Gubernur Jawa Tengah melalui keputusan resmi setelah pembahasan bersama pengusaha, pemerintah, akademisi, dan serikat pekerja.
- Pengusaha menilai kenaikan UMK positif, namun dikhawatirkan berdampak pada minat investor besar dan asing karena meningkatnya beban gaji karyawan.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sragen tahun 2026 naik sebesar 7,124 persen.
Besaran UMK Sragen kini menjadi Rp 2.337.700, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp 2.182.000.
Selisih UMK Sragen tahun 2026 dibanding tahun lalu mencapai Rp 155.500.
Besaran UMK tersebut telah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Tengah melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/505.
Baca juga: DPD KSPN Boyolali Tolak Usulan UMK 2026 Bupati, Minta Rp2,57 Juta
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sragen, Rina Wijaya, mengatakan keputusan tersebut sebelumnya telah disepakati oleh semua pihak.
“Ya, keputusan terakhir seperti itu jadinya. Didiskusikan oleh pengusaha, pemerintah, perguruan tinggi, dan serikat pekerja yang masing-masing mempunyai pendapat sendiri, lalu Pak Bupati memutuskan,” ujar Rina Wijaya pada Rabu (24/12/2025).
Berdampak Investor
Salah satu pengusaha lokal di Sragen, Dananjaya, menyoroti tren kenaikan upah yang signifikan.
Menurutnya, kenaikan UMK tersebut tidak terlalu berdampak bagi pengusaha kecil dan menengah.
Namun, dia meminta agar pemerintah bisa memikirkan investasi Sragen kedepan.
Jangan sampai dengan kenaikan UMK yang signifikan ini malah membuat investor kabur.
“Menurut saya, UMR sangat bagus karena ada kenaikan. Namun, bagi pengusaha kecil dan menengah seperti saya, dampaknya tidak terlalu besar. Akan tetapi, kami mengimbau pemerintah karena dampaknya bisa dirasakan investor asing dan pengusaha besar yang akan mencermati perkembangan kenaikan UMR ini,” jelasnya.
“Dampak ke investor asing mungkin agak besar karena menyangkut gaji karyawan. Dulu Sragen banyak diincar investor asing karena UMK-nya relatif rendah,” pungkasnya. (*)
| UMK Wonogiri 2026 Rp 2,3 Juta, SPSI : Sulit untuk Beli Rumah, Bahkan Tipe Subsidi |
|
|---|
| UMK Solo 2026 Dinilai Condong ke Pengusaha, Serikat Pekerja Merasa Ditinggalkan |
|
|---|
| Kecewa UMK Solo 2026, Buruh Ancam Keluar dari Dewan Pengupahan dan Turun ke Jalan |
|
|---|
| Serikat Buruh Kecewa UMK Sukoharjo 2026 : Dari Survei 2 Pasar Tradisional Seharusnya Rp 2,7 Juta |
|
|---|
| UMK 2026 Kabupaten Sukoharjo Naik 5,96 Persen, Buruh Anggap Masih Jauh dari Harapan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ilustrasi-uang-1.jpg)