Pendaki Hilang di Mongkrang
Mengenal Tapak Naga, Lokasi Ditemukannya Yazid di Kawasan Bukit Mongkrang Karanganyar
Pendaki Bukit Mongkrang tersebut ditemukan di kawasan lembah yang sulit dijangkau setelah dinyatakan hilang selama beberapa pekan.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Yazid Ahmad Firdaus (26) ditemukan meninggal di lembah kawasan Tapak Naga, Bukit Mongkrang, area ekstrem dan jauh dari jalur resmi, setelah hilang beberapa pekan.
- Wanadri menduga korban keluar jalur saat turun, tersesat karena vegetasi rapat hingga bergerak ke selatan menuju Desa Beruk, bukan ke arah Slogo Drimo.
- Korban ditemukan meringkuk di lembah. Ada dugaan ia mencoba membuka jalur baru atau menyusuri sungai untuk mencari akses desa terdekat.
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Dugaan bahwa Yazid Ahmad Firdaus (26), warga Desa Gawanan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, mencoba melewati jalur pendakian baru semakin menguat setelah ia ditemukan meninggal dunia pada Selasa (10/2/2026) pagi.
Pendaki Bukit Mongkrang tersebut ditemukan di kawasan lembah yang sulit dijangkau setelah dinyatakan hilang selama beberapa pekan.
Lokasi penemuan berada di area yang dikenal ekstrem dan jarang dilalui pendaki.
Baca juga: Dugaan Wanadri soal Yazid Hilang di Mongkrang Karanganyar: Korban Niat Beri Kejutan Teman-temannya
Kawasan Tapak Naga yang Sulit Dijangkau
Ketua Tim Operasi Mongkrang Wanadri, Badawi, mengungkapkan bahwa lokasi yang sejak awal dicurigai memang merupakan wilayah dengan medan berat.
“Daerah yang kami curigai itu memang sangat sulit. Itu namanya kawasan Tapak Naga. Di sana ada aliran sungai yang mengarah ke Desa Beruk, Jatiyoso, Karanganyar,” ujar Badawi saat diwawancarai, dikutip dari Kompas.com.
Berdasarkan data rekonstruksi dari operasi SAR gabungan yang berlangsung selama 13 hari pada Januari lalu, tim Wanadri kemudian melakukan flying camp untuk menjangkau area tersebut.
Jasad korban akhirnya ditemukan di tempuran aliran sungai di kawasan lembah.
Baca juga: Kesaksian Relawan Evakuasi Pendaki Hilang di Mongkrang Karanganyar : Ada Bau, Ditemukan di Sungai
Lokasi itu berada jauh dari jalur pendakian resmi, memperkuat dugaan bahwa korban telah menyimpang cukup jauh dari rute seharusnya.
Diduga Keluar Jalur Saat Turun dari Puncak
Badawi menduga Yazid sengaja keluar dari jalur resmi saat turun dari puncak Bukit Mongkrang.
Keputusan itu diduga diambil tanpa memperhitungkan kondisi vegetasi yang rapat serta kontur medan yang ekstrem.
Medan hutan yang lebat dan tertutup membuat orientasi arah menjadi sulit.
Akibatnya, arah perjalanan korban berubah drastis dari rencana awal.
“Sehingga dia semakin lama semakin tersesat. Jadi berubah arah, yang seharusnya ke arah utara, Slogo Drimo, justru mengarah ke Beruk arah selatan,” jelas Badawi.
Alih-alih menuju jalur aman ke arah utara, korban justru bergerak semakin jauh ke selatan menuju Desa Beruk, kawasan yang dipisahkan oleh lembah dan aliran sungai curam.
Ditemukan Meringkuk di Lembah
| Bukit Mongkrang Karanganyar Masih Ditutup, Pengelola Lakukan Pembenahan Jalur |
|
|---|
| Imbas Penutupan Bukit Mongkrang Karanganyar, Pedagang Jalur Pendakian Hentikan Aktivitas |
|
|---|
| Bukit Mongkrang Karanganyar Masih Ditutup, Kemungkinan hingga Akhir Ramadhan |
|
|---|
| Cerita Relawan, Rela Bermalam di Tengah Hutan Demi Temukan Keberadaan Yazid |
|
|---|
| Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar Ditemukan, Terselip Doa Sang Ibunda dari Tanah Suci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Suasana-basecamp-Mongkrang-di-tengah-pencarian-Yazid-Ahmad-Fridaus-28-2.jpg)