Perang Israel-Amerika Serikat Vs Iran, Apa Dampaknya Bagi Warga Solo Raya?

Salah satu pemicunya adalah penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tangkapan layar dari akun X Global Eye
AS-ISRAEL SERANG IRAN - Serangan AS dan Israel menyasar ibu kota Iran, Teheran, dan beberapa kota lainnya pada Sabtu (28/2/2026). Ini dampak perang AS-Israel versus Iran bagi warga Solo Raya, Jawa Tengah, jika konflik meluas. 
Ringkasan Berita:
  • Konflik AS–Israel vs Iran picu lonjakan harga minyak dunia. Jika tembus tinggi, harga BBM di Indonesia berpotensi naik dan berdampak ke warga Solo Raya.
  • Kenaikan solar bisa dongkrak ongkos angkut 7–8 persen, memicu harga sembako, bahan bangunan, dan barang impor ikut naik dalam beberapa pekan.
  • Rupiah berisiko melemah hingga Rp17.000/USD, inflasi meningkat, sementara harga emas diprediksi ikut melonjak.

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada akhir Februari 2026 memicu gejolak global.

Dampaknya tak hanya terasa di Timur Tengah, tetapi juga berpotensi merembet ke daerah seperti Solo Raya, meliputi Kota Solo, Karanganyar, Sukoharjo, Sragen, Boyolali, Klaten, hingga Wonogiri.

Harga BBM Terancam Naik

Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda, menyebut harga minyak Brent telah menyentuh US$ 73 per barel dan berpotensi melonjak hingga US$ 120 jika konflik meluas.

Salah satu pemicunya adalah penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Baca juga: 7 Fakta Jelang Laga Persis Solo Vs Persik Kediri: Kondisi Kedua Tim dan 3 Poin Harga Mati Tuan Rumah

Jika harga minyak dunia naik, dampaknya bisa terasa pada harga BBM dalam negeri.

Bagi warga Solo Raya yang bergantung pada kendaraan pribadi dan distribusi logistik darat, kenaikan solar akan langsung memicu kenaikan ongkos transportasi.

Founder Supply Chain Indonesia, Setijadi, menjelaskan komponen BBM menyumbang 35–40 persen biaya operasional truk.

Jika harga solar naik 20 persen, ongkos angkut bisa terdongkrak 7–8 persen.

Kenaikan ini berpotensi mendorong harga barang rata-rata hingga 0,5–0,8 persen.

Harga Sembako dan Bahan Bangunan Bisa Terkerek

Kenaikan ongkos distribusi akan berdampak pada harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Solo Raya.

Komoditas seperti beras, gula, minyak goreng, hingga bahan bangunan berpotensi mengalami penyesuaian harga.

Selain itu, gangguan jalur perdagangan di Bab el-Mandeb dan Terusan Suez membuat kapal harus memutar lewat Afrika.

Dampaknya, biaya freight dan premi asuransi pengiriman naik.

Pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor pun menghadapi risiko imported inflation atau inflasi dari luar negeri.

Baca juga: Daftar Harga Pangan di Gerakan Pangan Murah Sukoharjo, Beras hingga Minyak Lebih Murah dari Pasar!

Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, memperingatkan lonjakan biaya logistik bisa mulai terasa dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Rupiah Melemah, Emas Naik

Guru Besar Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, mengingatkan potensi pelemahan rupiah hingga Rp 17.000 per dolar AS jika krisis memburuk.

Pelemahan rupiah akan membuat harga barang impor semakin mahal, termasuk bahan baku industri dan produk elektronik yang banyak beredar di Solo Raya.

Di sisi lain, analis komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas dunia bisa melonjak hingga US$ 6.000 per troy ons.

Artinya, harga emas di dalam negeri juga berpotensi mencetak rekor baru.

Apa Artinya bagi Warga Solo Raya?

Jika konflik berkepanjangan, warga Solo Raya perlu bersiap menghadapi:

  • Potensi kenaikan harga BBM dan tarif angkutan
  • Harga sembako dan barang konsumsi yang merangkak naik
  • Tekanan inflasi akibat melemahnya rupiah

Para ekonom mendorong pemerintah memperkuat ketahanan energi, mengurangi ketergantungan impor minyak, serta mempercepat diversifikasi energi baru terbarukan agar dampak global tidak terlalu menghantam ekonomi daerah.

Meski konflik terjadi ribuan kilometer dari Solo Raya, efek dominonya bisa terasa di dompet masyarakat dalam waktu relatif singkat.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved