Bocah Tenggelam di Karanganyar

Pencarian Bocah Hilang di DAM Colo Karanganyar, Relawan Sisir 4 Saringan Air

Pencarian bocah hilang di Karanganyar dilanjutkan, hari ini pencarian dilakukan di siphon atau saringan air.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
KEARIFAN LOKAL. Warga Dusun Tasgunting, Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar Gelar Ritual “buk-buk teng” keliling kampung, Senin (30/3/2026). Mereka berharap anak yang tenggelam segera ditemukan. 

Selain itu, warga juga membawa obor dan secara bersama-sama meneriakkan nama korban di sepanjang rute yang dilalui.

"Faiz, Faiz ndang balio (Faiz, Faiz lekas pulang)," seru mereka berkeliling kampung.

Ritual “buk-buk teng” dilakukan dengan keyakinan bahwa suara gaduh dari peralatan rumah tangga serta panggilan nama korban dapat membantu “menunjukkan jalan” bagi yang hilang agar kembali atau ditemukan.

BELUM DITEMUKAN - Pencarian bocah berkebutuhan khusus yang hilang dan diduga tenggelam di sungai DAM Colo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, pada Senin (30/3/2026) berakhir nihil. Faktor cuaca dan arus air yang deras yang menjadi kendala pada pencarian Faiz Khairul Nizam, yang berusia 8 tahun asal Dukuh Tasgunting tersebut.
BELUM DITEMUKAN - Pencarian bocah berkebutuhan khusus yang hilang dan diduga tenggelam di sungai DAM Colo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, pada Senin (30/3/2026) berakhir nihil. Faktor cuaca dan arus air yang deras yang menjadi kendala pada pencarian Faiz Khairul Nizam, yang berusia 8 tahun asal Dukuh Tasgunting tersebut. (Dok. Istimewa)

Ikhtiar Warga

Ketua RT 02, RW 11, Dukuh Tasgunting, Nangsri, Kebakkramat, Muslih (43), mengatakan cara ini merupakan bagian ikhtiar warga kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME).

“Salah satu ikhtiar warga, kami berdoa bersama dan berkeliling kampung sambil memanggil nama anak tersebut, harapannya segera ditemukan,” ujar Muslih.

Dia mengatakan, cara ini merupakan mediasi dengan hal gaib yang diyakini menahan anak tersebut.

Ia mengaku, cara itu merupakan cara yang dilakukan oleh nenek moyangnya dulu.

"Ini pertama kali dilakukan yang saya rasakan seumur hidup, dan cara ini pernah dilakukan oleh nenek moyang kami serta pernah juga dilakukan di kampung lain," kata dia.

Baca juga: Bocah Diduga Tenggelam di Dam Colo Terlihat CCTV Warga saat Dini Hari, Sempat Dikira Hantu

Kearifan Lokal

Kalak BPBD Kabupaten Karanganyar Hendro Prayitno menekankan langkah yang dilakukan warga Dusun Tasgunting, Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar itu merupakan langkah kearifan lokal warga setempat.

Dia mengatakan pencarian bocah ABK 8 tahun asal Dusun Tasgunting, Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar pada Senin (30/3/2026) berakhir nihil dan dilanjutkan Selasa (31/3/2026).

"Itu merupakan cara mencari warga dengan kearifan lokal," kata dia.

Ia mengatakan, pencarian pada Selasa (31/3/2026) dilakukan di beberapa titik.

Dia mengatakan, pencarian pada Selasa (31/3/2026) dilakukan dengan body rafting atau teknik boyo.

"Besok akan dilakukan pencarian dengan body rafting dari Siphon Malangsari, Malanggaten ke Siphon Gedangan, Kaliwuluh dan pencarian di empat titik siphon yaitu Ngaru-aru Macanan, Kaliondo Malanggaten, Malangsari Malanggaten, dan Gedangan Kaliwuluh," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved