Campak di Klaten
Ini Syarat Status KLB Campak di Klaten Dinyatakan Selesai dan Dicabut!
Status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten Klaten dipastikan akan berakhir setelah pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI).
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Pernyataan itu kemudian diperjelas dengan strategi lapangan yang disiapkan.
“Jadi dari pemerintah memang tidak memberikan target dalam satu bulan harus selesai. Namun kami (Dinkes) menyampaikan kepada teman-teman untuk bisa diselesaikan 1 bulan sampai 2 bulan,” imbuhnya.
Pelaksanaan ORI menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan. Dinkes memastikan ketersediaan vaksin mencukupi karena didukung pasokan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Baca juga: Bupati Hamenang Beri Bantuan Warga Klaten yang Terdampak Puting Beliung, Ingatkan Cuaca Ekstrem
Di lapangan, kegiatan imunisasi berlangsung di berbagai titik layanan yang dilakukan di balai desa.
Petugas kesehatan tampak menyiapkan vaksin, melakukan skrining, hingga menyuntikkan dosis kepada balita yang didampingi orang tua.
Anggit berharap program ini mampu membentuk kekebalan kelompok.
“Harapannya jelas, nanti terbentuklah herd immunity ya terhadap campak sehingga kasus campak tidak ada lagi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kasus campak sebelumnya sempat tidak ditemukan di Klaten dalam beberapa tahun terakhir.
(*)
| Update Terbaru! Kasus Campak di Klaten Tembus 6 Orang, Tersebar di 5 Kecamatan |
|
|---|
| Apa Outbreak Response Immunization? Ini Penjelasan Prosedur Penanganan Campak di Klaten oleh Dinkes |
|
|---|
| Inilah Alasan Status KLB Campak di Klaten Masih Berlaku dan Belum Dicabut |
|
|---|
| Waspada Campak, Dinkes Klaten Ungkap Gejala hingga Cara Pencegahannya |
|
|---|
| Muncul Kasus Campak, Dinkes Klaten Imbau Masyarakat Kurangi Pertemuan Bila Kondisi Kurang Sehat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Petugas-kesehatan-menyuntikkan-vaksin-campak.jpg)