Campak di Solo Raya

Dinkes Boyolali Imbau Warga Waspada Campak, 3 Kasus Tercatat hingga Maret 2026

Kasus campak Boyolali 2026 mulai muncul. Dinkes imbau vaksinasi dan kewaspadaan warga.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Putradi Pamungkas
Freepix/freepix via Tribun Jogja
ILUSTRASI - Ilustrasi sakit campak. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak yang masih berpotensi terjadi pada 2026. 

“Vaksin diberikan bertahap, mulai usia 9 bulan, 18 bulan, hingga 5-7 tahun,” terangnya.

Adapun rinciannya:

  • Usia 9 bulan: vaksin MR dosis pertama
  • Usia 18 bulan: vaksin MMR dosis kedua
  • Usia 5–7 tahun: vaksin MMR booster

Gejala Campak dan Langkah Antisipasi

Masyarakat juga diminta lebih peka terhadap gejala awal campak, seperti demam tinggi dan munculnya ruam pada kulit.

Jika mengalami gejala tersebut, warga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan dini.

Selain imunisasi, Dinkes mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan pola hidup sehat, antara lain:

  • Rutin mencuci tangan
  • Menggunakan masker saat sakit
  • Menghindari kontak dengan penderita
  • Menjaga daya tahan tubuh 

Dinkes Boyolali juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan, terutama dengan memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.

“Mari bersama-sama waspada dan melakukan vaksinasi untuk mencegah penyebaran campak di Boyolali,” katanya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved