Cuaca Panas di Solo

Cuaca Panas Menyengat di Solo Raya, Ini Takaran Ideal Minum Air Putih agar Tak Dehidrasi

BMKG memperkirakan cuaca panas ini masih akan berlangsung seiring mendekatnya musim kemarau.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com
AIR PUTIH - Ilustrasi air putih dingin. Cuaca panas terik beberapa hari belakangan ini dirasakan masyarakat di Solo Raya. Cek imbauan ahli tentang batas aman takaran minum air putih ketika cuaca panas di Solo Raya. 

Di sisi lain, Indonesia saat ini sedang memasuki masa pancaroba menuju musim kemarau. Pada fase ini, curah hujan mulai berkurang dan udara menjadi lebih kering, sehingga suhu terasa lebih menyengat terutama pada siang hari.

Angin Muson Australia dan Pemanasan Global

Faktor lain yang turut berkontribusi adalah angin muson Australia.

Angin timuran ini membawa massa udara kering dan hangat ke wilayah Indonesia, termasuk Solo Raya.

Tak hanya itu, fenomena pemanasan global juga memperparah kondisi.

Kenaikan suhu rata-rata bumi membuat cuaca panas terasa lebih ekstrem dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Imbauan untuk Masyarakat

BMKG memperkirakan cuaca panas ini masih akan berlangsung seiring mendekatnya musim kemarau.

Masyarakat pun diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan, seperti dehidrasi dan kelelahan akibat panas.

Kondisi cuaca yang terik ini memicu berbagai reaksi pada tubuh, bahkan tidak sedikit masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan panas berlebih.

Gangguan kesehatan yang muncul pun beragam, mulai dari batuk, pilek, influenza, hingga kondisi serius seperti heat stroke.

Ahli epidemiologi, Dr. Dicky Budiman, mengingatkan bahwa cuaca panas ekstrem bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan yang perlu diantisipasi dengan langkah tepat.

Menurutnya, perlindungan individu menjadi langkah pertama yang harus dilakukan.

Saat cuaca panas, orang dewasa disarankan minum 2,5 hingga 3,5 liter air per hari untuk mencegah dehidrasi akibat keringat berlebih.

Kebutuhan ini meningkat dari rekomendasi normal (2 liter) karena tubuh kehilangan lebih banyak cairan dan elektrolit.

Masyarakat dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi air putih, bahkan sebelum merasa haus, karena rasa haus menandakan tubuh sudah mulai kekurangan cairan.

Selain itu, penggunaan pakaian longgar, berwarna terang, dan berbahan ringan juga membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved