Cuaca Panas di Solo
Cuaca Panas Menyengat di Solo Raya, Ini Takaran Ideal Minum Air Putih agar Tak Dehidrasi
BMKG memperkirakan cuaca panas ini masih akan berlangsung seiring mendekatnya musim kemarau.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Cuaca panas di Solo Raya dipicu El Nino, kemarau lebih awal, gerak semu matahari, minim awan, angin muson Australia, dan pemanasan global.
- Dampaknya berisiko bagi kesehatan, dari dehidrasi hingga heat stroke, terutama pada kelompok rentan.
- Warga dianjurkan minum 2,5–3,5 liter/hari, hindari panas siang, pakai pelindung, dan jaga tubuh tetap sejuk.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO– Cuaca panas terik beberapa hari belakangan ini dirasakan masyarakat di Solo Raya.
Cek imbauan ahli kesehatan tentang batas aman takaran minum air putih ketika cuaca panas di Solo Raya.
Diketahui, penyebab cuaca panas menyengat di Solo Raya saat ini dipengaruhi sejumlah faktor alam, mulai dari fenomena global hingga peralihan musim yang sedang terjadi di Indonesia.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Senin 27 Maret 2026 : Berpotensi Hujan Ringan di Semua Kecamatan
Berdasarkan penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, suhu panas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor yang saling berkaitan.
Pengaruh El Nino dan Kemarau Lebih Awal
Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah potensi fenomena El Nino yang dapat memicu perubahan pola cuaca. BMKG memprediksi musim kemarau 2026 datang lebih awal dibandingkan biasanya.
Kondisi ini mulai terasa di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Karanganyar.
Meski demikian, pemerintah daerah meminta masyarakat, khususnya petani, untuk tidak panik karena prediksi cuaca masih bisa berubah.
Plt Kepala Dinas Pertanian Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, menegaskan bahwa dinamika iklim masih sangat fluktuatif.
“Prediksi bisa berubah, tergantung kondisi iklim dan cuaca,” ujarnya.
Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Solo dan Lokasinya Senin 27 April 2026: Hari Ini di Ada di 5 Titik
Gerak Semu Matahari Bikin Suhu Meningkat
Selain El Nino, faktor utama lain adalah fenomena gerak semu matahari.
Pada periode Maret hingga April, posisi matahari berada di sekitar garis ekuator, bahkan tepat di atas wilayah Indonesia.
Akibatnya, sinar matahari jatuh hampir tegak lurus ke permukaan bumi, sehingga intensitas panas yang diterima menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan waktu lainnya.
Cuaca panas juga diperparah oleh kondisi langit yang cenderung cerah dengan sedikit tutupan awan.
Tanpa awan sebagai penghalang, radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi.
Baca juga: Kuasa Hukum Jokowi Bantah dr. Tifa Soal RJ Jadi Strategi Tekan Tersangka Lain,Pastikan Lanjut Sidang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Air-putih-dingin.jpg)