Koperasi Merah Putih
Peluncuran 177 KDMP di Wonogiri Dijadwalkan Mei 2026, Ini Sektor Usaha yang Disiapkan
177 KDMP Wonogiri siap diluncurkan Presiden 18 Mei 2026, dorong ekonomi desa mandiri
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 177 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Wonogiri siap diluncurkan secara nasional oleh Presiden pada 18 Mei 2026 untuk memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal.
- KDMP akan mengelola berbagai unit usaha seperti pertanian, pupuk, dan gas, serta diharapkan mampu menampung usaha masyarakat tanpa mematikan pelaku usaha yang sudah ada.
- Program ini ditargetkan menekan praktik tengkulak dan menjaga harga hasil petani agar lebih stabil serta menguntungkan masyarakat desa.
Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Ratusan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Wonogiri siap dilaunching secara nasional oleh Presiden pada 18 Mei 2026 mendatang.
Program ini diharapkan menjadi penggerak baru ekonomi desa dengan memaksimalkan potensi lokal yang ada di masing-masing wilayah.
Komando Distrik Militer (Kodim) 0728/Wonogiri mencatat sedikitnya ada 177 titik KDMP yang telah dipersiapkan untuk peluncuran serentak tersebut.
177 Titik KDMP Disiapkan, TNI Koordinasi dengan Agrinas
Dandim 0728/Wonogiri, Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan kesiapan program berjalan optimal.
“Tugas kami sekarang koordinasi dengan Agrinas, supaya hal-hal yang terkait KDKMP bisa disosialisasikan,” jelasnya, Senin (4/5/2026).
Ia menegaskan bahwa setelah peluncuran resmi nanti, seluruh KDMP diharapkan bisa langsung beroperasi dan menjalankan unit usaha masing-masing sesuai potensi desa.
Unit Usaha KDMP Disesuaikan Potensi Desa
Menurut Rodricho, setiap koperasi desa diberikan keleluasaan untuk menentukan jenis usaha yang akan dijalankan.
Fokus utamanya adalah penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Potensi yang ada di desa seperti pertanian atau usaha di pedesaan bisa dikelola koperasi. Gas, pupuk bisa,” paparnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan KDMP tidak akan mematikan usaha masyarakat yang sudah ada, termasuk pengecer gas maupun pelaku usaha kecil lainnya.
“Justru dari koperasi itu nanti bisa mewadahi usaha (menerima barang) dari masyarakat,” katanya.
Baca juga: Mobil Pick Up KDMP Wonogiri Mulai Dibagikan di 50 Koperasi, Ini Daftar Penerima Tahap Pertama
KDMP Diharapkan Tekan Permainan Harga Tengkulak
Lebih jauh, ia mencontohkan hasil kajian saat mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI di Palembang terkait ketahanan pangan.
Dari penelitian tersebut ditemukan adanya praktik permainan harga oleh tengkulak, khususnya pada komoditas beras.
“Dari situ ditemukan bahwa harga beras dimainkan oleh tengkulak. Dengan adanya KDMP, harapannya harga beli dari petani ke masyarakat tidak terlalu jauh,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa koperasi tetap memiliki mekanisme keuntungan, namun orientasinya tetap kembali kepada masyarakat desa.
“Meskipun koperasi juga mencari keuntungan, hasilnya kembali ke masyarakat,” pungkasnya.
(*)
| Potret 50 Unit Mobil Operasional KDMP Penuhi Lapangan Kodim Klaten, Ini Tujuannya! |
|
|---|
| Koperasi Belum Siap, tapi Mobilnya Sudah Datang, Begini Nasib Puluhan Pikap Impor KDMP di Wonogiri |
|
|---|
| KDMP Belum Siap, Pikap Impor di Wonogiri Jadi Tanggung Jawab Sementara Danramil |
|
|---|
| Pikap Impor India Tiba di Wonogiri, Masih Diparkir karena KDMP Belum Siap |
|
|---|
| 50 Mobil KDMP di Wonogiri Mulai Dibagikan, Tapi Bakal Menganggur Sementara, Ternyata Ini Penyebabnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Koperasi-Desa-Merah-Putih-KDMP-Desa-Purworejo-Kecamatan-Wonogiri.jpg)