Cuaca di Solo Raya

Siap-siap! Fenomena Bediding Diperkirakan Terjadi di Solo Raya Akhir Juni hingga Agustus 2026

Bediding merupakan fenomena suhu udara yang terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Hanang Yuwono
SOLO CERAH - Cuaca cerah di kawasan Sala View, Jalan Slamet Riyadi, Purwosari, Solo, Jawa Tengah, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Rabu (3/6/2026) pagi. Fenomena bediding atau udara dingin khas musim kemarau diperkirakan akan mulai dirasakan masyarakat Jawa Tengah dalam beberapa waktu ke depan, termasuk di Solo Raya. 

Ringkasan Berita:
  • Fenomena bediding atau udara dingin khas musim kemarau diperkirakan mulai terasa di Jawa Tengah, termasuk Solo Raya, seiring menguatnya musim kemarau dan meningkatnya selisih suhu siang-malam.
  • BMKG memperkirakan bediding semakin terasa pada akhir Juni hingga Agustus 2026. Kondisi ini dipicu menguatnya angin timuran (Monsun Australia) yang membawa udara lebih kering ke Pulau Jawa.
  • Musim kemarau juga ditandai berkurangnya curah hujan. Mulai Juli 2026.

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Fenomena bediding atau udara dingin khas musim kemarau diperkirakan akan mulai dirasakan masyarakat Jawa Tengah dalam beberapa waktu ke depan, termasuk di Solo Raya.

Hal ini karena seiring semakin menguatnya musim kemarau di wilayah tersebut.

Bediding merupakan fenomena suhu udara yang terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari.

Baca juga: 10 Ide Usaha Kuliner Rp10 Ribuan yang Punya Prospek di Solo Raya, Cocok untuk Pemula Modal Minim

Kondisi ini umum terjadi saat musim kemarau karena kelembaban udara menurun dan langit cenderung cerah sehingga panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hari.

Analis Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Zauyik, menjelaskan sejumlah indikator atmosfer menunjukkan bahwa musim kemarau mulai berkembang di Jawa Tengah.

Salah satu indikator yang terlihat adalah semakin besarnya selisih suhu udara antara siang dan malam hari.

Berdasarkan hasil pengamatan Stasiun Klimatologi Jawa Tengah di Kota Semarang, suhu udara maksimum tercatat mencapai 34 derajat Celsius, sedangkan suhu minimum berada di kisaran 26 derajat Celsius.

"Perbedaan suhu siang dan malam sudah cukup jauh sebagai tanda musim kemarau mulai berlangsung," ujar Zauyik.

Di Sukoharjo sendiri, tanda-tanda fenomena ini sudah mulai terasa beberapa hari terakhir.

Biasanya cuaca dingin terasa saat menjelang malam hari sampai pagi.

Cuaca dingin terasa menusuk semakin malam hari, sedangkan pada siang hari cuaca panas menyengat.

Baca juga: Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 5 Juni 2026 : dari Jam Keberangkatan Pagi hingga Paling Malam

Bediding Diperkirakan Mulai Terasa Akhir Juni

Kondisi serupa juga terpantau di kawasan dataran tinggi Dieng yang dikenal memiliki suhu udara lebih rendah dibanding wilayah lainnya di Jawa Tengah.

Data Automatic Weather Station (AWS) Batur Dieng menunjukkan suhu maksimum mencapai sekitar 20 derajat Celsius pada awal Juni 2026. Sementara suhu minimumnya turun hingga kisaran 7 sampai 8 derajat Celsius.

Selain data suhu udara, citra satelit cuaca Himawari-9 juga menunjukkan kondisi atmosfer yang semakin kering.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved