Fakta Menarik Tentang Solo
Perbedaan Gulai, Tongseng, dan Tengkleng, Olahan Kambing yang Populer di Solo Raya
Bagi pecinta kuliner, memahami perbedaan ketiganya bisa membantu memilih menu sesuai selera.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Gulai, tongseng, dan tengkleng merupakan olahan kambing populer di Solo Raya yang kerap disajikan di warung sate, hajatan, hingga perayaan Idul Adha.
- Gulai memiliki kuah santan kental dan kaya rempah, sedangkan tongseng menggunakan kecap manis serta tambahan sayuran seperti kol dan tomat sehingga rasanya lebih manis dan segar.
- Tengkleng khas Solo menggunakan tulang, jeroan, dan lidah kambing dengan kuah lebih encer namun kaya rempah. Tengkleng salah satu kuliner ikonik banyak diburu wisatawan.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Saat berbicara tentang kuliner kambing di Solo Raya, masyarakat biasanya langsung teringat tiga menu favorit, yakni gulai, tongseng, dan tengkleng.
Ketiga hidangan ini hampir selalu tersedia di warung sate kambing, rumah makan tradisional, hingga menjadi sajian istimewa saat Idul Adha, hajatan, syukuran, dan pesta pernikahan.
Meski sama-sama berbahan dasar daging kambing dan menggunakan rempah-rempah khas Nusantara, gulai, tongseng, dan tengkleng memiliki perbedaan yang cukup mencolok, baik dari bahan utama, kuah, bumbu, hingga cara memasaknya.
Baca juga: Polemik Kirab 1 Suro Keraton Solo, Satu Kubu Singgung Makar, Satu Lagi Ingin Rukun
Bagi pecinta kuliner, memahami perbedaan ketiganya bisa membantu memilih menu sesuai selera.
1. Gulai, Kuah Santan Kental Kaya Rempah
Gulai atau gule merupakan salah satu olahan kambing yang paling populer di Indonesia.
Ciri khas utama gulai terletak pada kuah santannya yang kental dengan cita rasa gurih dan kaya rempah.
Proses pembuatannya dimulai dengan menumis bumbu halus hingga harum, kemudian ditambahkan santan dan bahan utama seperti daging, tulang, atau jeroan kambing.
Karena menggunakan santan dalam jumlah cukup banyak, kuah gulai terasa lebih pekat dibandingkan tongseng maupun tengkleng.
Proses memasaknya juga relatif lama agar daging empuk dan bumbu meresap sempurna.
Di Indonesia terdapat beberapa variasi gulai.
Gulai khas Sumatera umumnya memiliki warna kuah kemerahan dengan cita rasa lebih kuat, sedangkan gulai Jawa cenderung berwarna kuning dan menggunakan tambahan ketumbar serta asam jawa.
Baca juga: Rekomendasi Rica Mentok di Boyolali, Ada di Desa Bangak dengan Potongan Daging Melimpah
Selain kambing, gulai juga dapat dibuat dari daging sapi, ayam, telur, tahu, tempe, hingga aneka sayuran.
2. Tongseng, Perpaduan Daging dan Sayuran dengan Rasa Manis Gurih
Tongseng merupakan kuliner khas Jawa Tengah yang sangat populer di Solo Raya.
Sekilas tampilannya mirip gulai, namun tongseng memiliki karakter rasa yang berbeda.
Ciri khas tongseng adalah penggunaan kecap manis yang membuat warna kuah lebih gelap dan rasanya cenderung manis gurih.
Selain daging kambing, tongseng biasanya dilengkapi aneka sayuran seperti kol, tomat, cabai, dan daun bawang.
Kehadiran sayuran membuat cita rasa tongseng terasa lebih segar dibandingkan gulai.
Bumbu dasar tongseng sebenarnya hampir sama dengan gulai, namun proses memasaknya lebih cepat.
Di banyak warung sate kambing, tongseng bahkan baru dimasak setelah pelanggan memesan sehingga disajikan dalam kondisi masih sangat segar.
Tak hanya menggunakan daging kambing, tongseng juga sering dibuat dari daging sapi maupun ayam.
Baca juga: Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 5 Juni 2026 : dari Jam Keberangkatan Pagi hingga Paling Malam
3. Tengkleng, Kuliner Legendaris Khas Solo yang Kaya Cita Rasa
Jika gulai dikenal karena kuah santannya dan tongseng karena perpaduan daging serta sayuran, maka tengkleng memiliki ciri khas pada penggunaan tulang dan jeroan kambing.
Tengkleng merupakan salah satu ikon kuliner khas Solo yang sudah dikenal luas hingga luar daerah.
Olahan ini awalnya muncul sebagai makanan rakyat karena memanfaatkan bagian kambing yang tersisa setelah daging terbaik dijual atau disajikan kepada kalangan tertentu.
Bahan utama tengkleng biasanya berupa tulang kambing yang masih menyisakan sedikit daging, ditambah jeroan, lidah, atau bagian lain yang masih bisa diolah.
Berbeda dengan tongseng, tengkleng umumnya tidak menggunakan sayuran.
Kuahnya lebih encer dibanding gulai, namun tetap kaya rempah karena menggunakan berbagai bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, kemiri, ketumbar, dan rempah lainnya.
Karena menggunakan tulang dan jeroan, proses memasak tengkleng membutuhkan waktu lebih lama agar bumbu meresap sempurna dan tekstur bahan menjadi empuk.
Baca juga: Kenapa Persis Solo Dijuluki Laskar Sambernyawa? Begini Sejarah Panjangnya
Mana yang Paling Populer di Solo Raya?
Ketiganya memiliki penggemar masing-masing.
Gulai cocok bagi pecinta kuah santan yang gurih dan kaya rempah. Tongseng menjadi pilihan bagi mereka yang menyukai perpaduan rasa manis, gurih, dan segar dari sayuran. Sementara tengkleng menawarkan sensasi menikmati sisa daging yang menempel di tulang dengan kuah rempah yang khas.
Di Solo Raya, tengkleng bahkan menjadi salah satu kuliner ikonik yang banyak diburu wisatawan saat berkunjung ke Kota Solo.
Perbedaan Singkat Gulai, Tongseng, dan Tengkleng
Gulai
- Kuah santan kental
- Rasa gurih dan kaya rempah
- Menggunakan daging, tulang, atau jeroan
- Proses memasak relatif lama
Tongseng
- Kuah lebih ringan dengan tambahan kecap manis
- Menggunakan sayuran seperti kol dan tomat
- Rasa manis, gurih, dan sedikit pedas
- Dimasak lebih cepat
Tengkleng
- Menggunakan tulang, jeroan, dan lidah kambing
- Kuah lebih encer namun kaya rempah
- Tidak menggunakan sayuran
- Membutuhkan waktu memasak lebih lama
Ketiga kuliner ini menjadi bukti kekayaan tradisi olahan kambing di Jawa Tengah, khususnya Solo Raya, yang hingga kini tetap digemari berbagai kalangan.
(*)
| Asal-usul Nama Kelurahan Bumi di Laweyan Solo : Dulu Tempat Tinggal Abdi Dalem Keraton Surakarta |
|
|---|
| Filosofi Kulonuwun yang Biasa Diucapkan Masyarakat Solo Raya saat Bertamu, Ternyata Ini Artinya |
|
|---|
| Dipercaya Masyarakat Solo Raya, Ini Keutamaan Menikah di Bulan Besar atau Dzulhijjah |
|
|---|
| Mengenal 12 Musim Pranata Mangsa Jawa, Pedoman Bertani Warisan Leluhur di Solo Raya |
|
|---|
| Kenapa Banyak Orang Solo Gemar Sarapan Lauk Olahan Kambing? Ternyata Ini Awal-mulanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Menu-di-Warung-Tongseng-Kambing-Bu-Soleh.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.