Kenaikan Harga BBM

Dampak Kenaikan Harga Pertamax di Solo Raya, Peralihan ke Transum Hingga Antrean Pertalite Mengular

Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax hingga menembus Rp16.250 per liter diyakini bakal memengaruhi pola mobilitas masyarakat di Solo. 

Tayang:
TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto
TAK TERDAMPAK PERTAMAX - Pengguna Batik Solo Trans (BST) saat menunggu di salah satu halte yang berada di jalan Slamet Riyadi Kota Solo, Kamis (11/6/2026). Meski harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax mengalami kenaikan, BST ternyata tidak menaikkan tarifnya bagi pengguna. 

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter memicu antrean panjang Pertalite di sejumlah SPBU Solo Raya.
  • Tarif Batik Solo Trans (BST) dipastikan belum naik dan dinilai berpotensi jadi alternatif transportasi masyarakat.
  • Warga mengaku keberatan dengan lonjakan harga BBM, sementara pengamat meminta pemerintah mengantisipasi antrean dan memperluas layanan transportasi umum.

 

TRIBUNSOLO.COM - Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax hingga menembus Rp16.250 per liter diyakini bakal memengaruhi pola mobilitas masyarakat di Solo

Di tengah lonjakan harga tersebut, tarif Batik Solo Trans (BST) dipastikan belum berubah, sementara antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite justru mengular di sejumlah SPBU.

Kepala UPT Transportasi Dinas Perhubungan Kota Solo Agus Purnomo menegaskan hingga saat ini tarif BST masih tetap normal meski harga BBM naik tajam.

"Belum, (tarif BST masih) tetap," ungkap Agus, Kamis (11/6).

BST dinilai berpotensi menjadi alternatif transportasi masyarakat yang ingin mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. 

Namun berdasarkan pantauan di sejumlah halte di Jalan Slamet Riyadi, Jalan Adi Sucipto, hingga Jalan Walter Monginsidi, jumlah penumpang BST belum mengalami lonjakan signifikan.

Meski begitu, BST tetap menjadi pilihan sejumlah warga, terutama mahasiswa, pelajar, dan masyarakat yang ingin menekan pengeluaran transportasi harian.

Baca juga: Alasan Warga Tetap Isi Pertamax di SPBU se-Solo Raya Walau Harga Naik : Cepat, Tak Perlu Antre

Salah satunya Widhi (22), mahasiswa UNS asal Semarang yang mengaku rutin menggunakan BST sejak 2024 karena tarifnya dinilai murah dan terjangkau.

"Saya baru menggunakan akhir tahun 2024 sampai sekarang. Kalau harga sih sesuai kantong mahasiswa dan warga sipil. Apalag ada harga pelajar, harga lansia dan disabilitas. Jadi mempermudah lagi yang jarang menggunakan kendaraan pribadi," kata Widhi.

Ia mengatakan tarif BST sebesar Rp3.700 masih cukup ringan bagi mahasiswa. Bahkan penumpang tidak dikenai biaya tambahan ketika berpindah rute dalam waktu kurang dari satu jam menggunakan kartu pembayaran.

"Sekali naik itu Rp 3.700 apalagi kalau mau pindah rute kalau belum ada satu jam, tidak dikenai biaya tambahan. Itu khusus pakai kartu, kalau Qris bayar lagi," lanjutnya.

Widhi berharap tarif BST tidak ikut naik di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil.

"Kalau diusahakan sih jangan naik dulu, soalnya melihat ekonomi sekarang belum stabil apalagi UMK Solo kan beda sama kota-kota lain, jadi menyesuaikan saja," terangnya.

Menurutnya, penumpang BST memang mulai bertambah, namun didominasi wisatawan maupun warga luar Solo yang memanfaatkan BST untuk berkeliling kota.

Baca juga: Kondisi SPBU Tempursari Boyolali, Hanya 3 Kendaraan Isi Pertamax dalam 30 Menit

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved