Kenaikan Harga BBM

Dampak Kenaikan Harga Pertamax di Solo Raya, Peralihan ke Transum Hingga Antrean Pertalite Mengular

Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax hingga menembus Rp16.250 per liter diyakini bakal memengaruhi pola mobilitas masyarakat di Solo. 

Tayang:
TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto
TAK TERDAMPAK PERTAMAX - Pengguna Batik Solo Trans (BST) saat menunggu di salah satu halte yang berada di jalan Slamet Riyadi Kota Solo, Kamis (11/6/2026). Meski harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax mengalami kenaikan, BST ternyata tidak menaikkan tarifnya bagi pengguna. 

"Kalau menurut saya sih iya, tapi malah dari turis atau wisatawan yang mau jalan-jalan muter Solo lebih memilih naik BST. Mereka soalnya lebih sering tanya rute terus bayarnya pakai apa dan rute," kata dia.

Widhi juga berharap ada penambahan informasi rute dan tarif di halte agar memudahkan pengguna baru.

"Mungkin fasilitas ya bisa ada penambahan rutenya, atau informasi yang jelas soalnya kadang penumpang baru masih bingung, terus tarifnya. Soalnya lebih mempermudah penumpang," tutupnya.

Hal senada disampaikan Heri (38), warga Kleco, yang menilai kenaikan harga BBM bisa menjadi momentum untuk meningkatkan penggunaan transportasi umum di Solo.

"Basic-nya saya suka jalan. Tapi memang saya juga suka naik BST kalau mau jalan agak jauh ke halte ya nggak masalah," sebutnya.

Menurut Heri, masyarakat masih terbiasa menggunakan kendaraan pribadi karena alasan kepraktisan. Namun kondisi kenaikan harga BBM bisa menjadi peluang bagi transportasi umum untuk menarik lebih banyak penumpang.

"Ya memang masyarakat masih suka sesuatu yang efektif seperti naik kendaraan sendiri untuk kemana-mana. Tapi kalau melihat penyediaan BST ya semoga makin banyak penggunanya setelah tarif BBM naik, sementara tarif BST kan masih sama. Semoga ya bisa dimanfaatkan masyarakat. Apalagi kan bisa ngurangi emisi," pungkasnya.

Potensi Peralihan ke Transum

Sementara itu, Komite Transportasi Center for Technology & Innovation Study (CTIS), Bambang Pujantiyo, menilai kenaikan harga Pertamax memang berpotensi mendorong sebagian masyarakat beralih menggunakan transportasi umum.

"Pastinya ada ya karena Pertamax jadi mahal, tapi untuk golongan tertentu," ujar Bambang.

Namun menurutnya, dampak paling cepat justru terlihat dari meningkatnya konsumsi Pertalite yang memicu antrean panjang di SPBU.

"Hanya saja penggunaan Pertalite akan lebih banyak, antreannya jadi lebih panjang. Yang perlu dikhawatirkan kuota untuk Solo mencukupi atau tidak, pemerintah harus memastikan itu," katanya.

Ia meminta pemerintah mengantisipasi lonjakan antrean agar tidak sampai mengganggu lalu lintas.

"Kalau langka sepertinya tidak, sudah ada pertimbangan harusnya. Hanya kuota per wilayah itu seperti apa, perlu antisipasi. Pemerintah tidak bisa diam saja. Jangan sampai antrean panjang dan sampai mengganggu lalu lintas," tegasnya.

Menurut Bambang, momentum kenaikan harga BBM juga bisa dimanfaatkan pemerintah untuk memperluas layanan transportasi umum.

"Sekalian mempromosikan penggunaan transportasi umum. Masyarakat diberikan kemudahan. Bahkan kalau perlu jemput bola, menambah rute agar trayek lebih panjang menjangkau ke tempat yang demand-nya tinggi, mungkin trayek sementara," ujarnya.

Antrean Pertalite Mengular

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved