Kemarau di Solo Raya
Kemarau, Empat Desa di Kemalang Klaten Dipetakan Rawan Kekeringan
Empat desa di Kecamatan Kemalang, Klaten, dipetakan rawan kekeringan pada musim kemarau
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- BPBD Klaten memetakan empat desa di Kecamatan Kemalang sebagai wilayah rawan kekeringan tahun 2026.
- Desa Kendalsari, Tlogowatu, Sidorejo, dan Tegalmulyo menjadi fokus perhatian dalam penanganan kekeringan.
- Pemkab Klaten menyiapkan bantuan air bersih dan anggaran Rp500 juta untuk mendukung kebutuhan warga terdampak.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten memetakan empat desa di Kecamatan Kemalang sebagai wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau 2026.
Pemetaan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Pelaksana BPBD Klaten Syahruna mengatakan potensi kekeringan hingga saat ini masih terkonsentrasi di wilayah Kecamatan Kemalang.
Beberapa desa yang masuk kategori rawan yakni Desa Kendalsari, Tlogowatu, Sidorejo, dan Tegalmulyo.
Sebagai bentuk antisipasi, Pemkab Klaten mulai menjalankan program droping air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi keterbatasan pasokan air selama musim kemarau.
Mitigasi
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyebut ancaman kekeringan sudah mulai mengintai sejumlah wilayah di Kabupaten Klaten sehingga langkah mitigasi perlu dilakukan sejak dini.
"Karena beberapa wilayah di Kabupaten Klaten ini ada potensi kerawanan kekeringan, maka kemudian pemerintah daerah membuat program droping pengadaan air bersih," ujarnya.
Baca juga: Kekeringan Mengintai Klaten, Lereng Merapi Jadi Prioritas Distribusi Air Bersih
Program bantuan tersebut saat ini difokuskan ke kawasan Lereng Merapi yang selama ini menjadi salah satu daerah paling rentan terdampak kekeringan.
Pemerintah daerah juga menyiapkan distribusi air bersih secara berkala agar kebutuhan warga tetap tercukupi.
Untuk mendukung pelaksanaan program, Pemkab Klaten mengalokasikan anggaran melalui APBD Kabupaten Klaten.
(*)
"Untuk 1000 liter ini, kami menganggarkan Rp 500 juta," jelasnya.
| Kekeringan Mengintai Klaten, Lereng Merapi Jadi Prioritas Distribusi Air Bersih |
|
|---|
| Siaga Kekeringan, Pemkab Klaten Mulai Droping Air Bersih ke Wilayah Lereng Merapi |
|
|---|
| Boyolali Siagakan 95 Titik Mata Air Hadapi Musim Kemarau, Wonosamodro Terbanyak |
|
|---|
| Dampak El Nino di Karanganyar, Petani Bawang Panen Justru Lebih Cepat, Ini Sebabnya |
|
|---|
| Petani Karanganyar Diimbau Tak Panik Hadapi El Nino, Wajib Terapkan Pola Budidaya Hemat Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Siaga-potensi-kekeringan-tahun-2026-BPBD-Klaten-mulai-lakukan-program-droping-air-2.jpg)