Raja Keraton Solo Meninggal Dunia

Wafat di Usia 77 Tahun, Raja Keraton Solo Alami Komplikasi

Raja keraton Solo meninggal hari ini, dia disebut sudah mengalami sejumlam komplikasi.

Istimewa/Dok. Pemkot Solo
SEMASA HIDUP. Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Paku Buwono XIII (Berbaju Putih) saat berada di meja makan Loji Gandrung, Rabu (4/1/2023). Dia dikabarkan wafat hari ini, Minggu (11/2/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Sinuhun Pakubuwono XIII wafat pada usia 77 tahun setelah dirawat intensif di RS Indriati akibat komplikasi penyakit.
  • Kondisi sempat membaik sebelum kembali menurun usai prosesi Adang Tahun Dal.
  • Jenazah akan dimakamkan di Kompleks Makam Imogiri, Bantul, bersama raja Mataram terdahulu.
  • Prosesi adat pemakaman kemungkinan digelar Selasa (4/11/2025) bertepatan Selasa Kliwon.
  • Jenazah disemayamkan di Bangsal Maligi sebelum diberangkatkan ke Imogiri.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sinuhun Pakubuwono XIII meninggal dunia pada usia 77 tahun setelah mengalami sejumlah komplikasi penyakit.

Selama beberapa minggu terakhir, dia menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Indriati, Solo Baru.

Salah satu kerabat keraton, KPH Eddy Wirabhumi, menjelaskan bahwa kondisi Sinuhun sempat membaik sebelum akhirnya kembali memburuk.

“Iya, cukup lama, sebelum Adang Dal beliau sempat masuk rumah sakit, kemudian lumayan sehat dan kondur (pulang). Namun setelah acara Adang Dal itu, beliau sakit lagi, masuk lagi sampai sekarang. Sebenarnya sudah lama beliau sakit. Terakhir komplikasi, termasuk gula darahnya tinggi dan seterusnya. Sudah sepuh juga,” jelas Eddy, Minggu (2/11/2025).

Sinuhun Pakubuwono XIII berpulang sekitar pukul 07.30 WIB di Rumah Sakit Indriati.

Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Kompleks Makam Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, bersama para raja Mataram terdahulu.

Baca juga: Raja Keraton Solo Sinuhun Pakubuwono XIII Berpulang, Akan Dimakamkan di Imogiri Bantul

“Memang hari ini kita berduka. Sudah positif pagi tadi beliau nggak ada di Rumah Sakit Indriati. Sekarang sedang dipersiapkan untuk memulangkan beliau dari rumah sakit ke keraton,” ungkap KPH Eddy Wirabhumi.

Pihak keluarga saat ini tengah membicarakan prosesi adat menuju peristirahatan terakhir almarhum.

Eddy menyebut, pemakaman kemungkinan besar akan dilaksanakan pada Selasa (4/11/2025) yang bertepatan dengan Selasa Kliwon.

SAKRAL. Ritual menanak nasi Keraton Solo. Acara ini digelar 8 tahun sekali.
SAKRAL. Ritual menanak nasi Keraton Solo. Acara ini digelar 8 tahun sekali. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

“Sedang dibicarakan pagi ini. Kemungkinan besar di Hari Selasa, kebetulan Selasa Kliwon, dan kemungkinan di atas jam 13.00,” ujarnya.

Disemayamkan di Bangsal Maligi

Jenazah rencananya akan disemayamkan di Bangsal Maligi, yang terletak di belakang Sasana Sewaka, sebelum diberangkatkan ke Imogiri.

“Sebelum ke Imogiri, disemayamkan dulu di belakang pendopo utama itu,” tutur Eddy.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, kondisi Sinuhun disebut semakin menurun.

Namun, beliau masih sempat mengikuti prosesi adat Adang Tahun Dal pada Minggu (7/9/2025) malam di Pawon Gondorasan. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved