Perebutan Tahta Keraton Solo
Tedjowulan Tegur Dua Raja Keraton Solo PB XIV, Berbeda Respons antara Purboyo dan Hangabehi
Tedjowulan menyebut sudah menegur dua Raja Keraton Solo, namun respons yang berbeda ditunjukkan.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Tedjowulan memberi peringatan kepada dua raja, Purboyo dan Hangabehi, karena menjalankan suksesi saat masa berkabung 40 hari.
- Purboyo menolak status Raja Ad Interim yang dijabat Tedjowulan, sementara Hangabehi menerima peringatan dan meminta maaf.
- Ke depan, suksesi kepemimpinan Keraton Surakarta akan dikoordinasikan dengan Tedjowulan sebagai Raja Ad Interim.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Maha Menteri Keraton Kasunanan Surakarta KG Panembahan Agung Tedjowulan melayangkan peringatan kepada dua raja, Pakubuwono XIV Purboyo dan Pakubuwono XIV Hangabehi.
Ini karena mereka telah menjalankan suksesi di tengah masa berkabung 40 hari.
Kepada Purboyo, Tedjowulan memberikan peringatan tertulis, sedangkan kepada Hangabehi peringatan dilakukan secara lisan.
Baca juga: Penobatan Raja Keraton Solo Berujung Teguran Tedjowulan, PB XIV Hangabehi Disebut Sudah Minta Maaf
Juru Bicara Tedjowulan, KP Pakoenegoro, menjelaskan peringatan kepada Pakubuwono XIV Purboyo dilakukan karena ia telah mengukuhkan bebadan baru tanpa seizin Tedjowulan sebagai raja ad interim.
“Maha Menteri Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kangjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan, memberikan peringatan kepada KGPH Puruboyo melalui surat kepada Pengageng Parentah Keraton KGPH Adipati Dipokusumo karena telah melakukan pelantikan bebadan/organisasi baru di keraton. Pelantikan bebadan diadakan di Sasana Handrawina, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, pada 26 November 2025,” ungkap KP Pakoenegoro melalui keterangan tertulis.
Pakubuwono XIV Purboyo melalui juru bicaranya, KP Sionit T. Martin Gea Pradatanagoro, menolak status Raja Ad Interim Keraton Kasunanan Surakarta yang dijabat Tedjowulan.
Menurutnya, jabatan semacam ini tidak pernah ada dalam tradisi Keraton Kasunanan.
“Butir Kelima SK Mendagri yang ditafsirkan seolah-olah di Karaton terdapat mekanisme Raja Ad-Interim, suatu konsep yang tidak pernah dikenal dalam tradisi, hukum adat, maupun struktur historis kepemimpinan Keraton Surakarta,” ungkap KP Sionit dalam keterangan tertulis.
Berbeda dengan Pakubuwono XIV Hangabehi yang disebut merespons peringatan ini dengan meminta maaf.
KP Pakoenegoro mengungkapkan ke depan mengenai suksesi kepemimpinan akan dikoordinasikan dengan Tedjowulan selaku Raja Ad Interim Keraton Kasunanan Surakarta.
“Peringatan diterima dengan baik oleh yang bersangkutan (Pakubuwono XIV Hangabehi), disertai permintaan maaf, komitmen tidak mengulangi tindakan tanpa koordinasi dengan Maha Menteri, dan sikap menghormati masa berkabung 40 hari atas Suruddalem Paku Buwono XIII,” jelas KP Pakoenegoro melalui keterangan tertulis.
Dana Hibah Tertunda
Seperti diketahui, KGPH Hangabehi dinobatkan menjadi Pakubuwono XIV, penerus takhta Keraton Solo pada Kamis (13/11/2025) di Sasana Handrawina.
Sementara itu, Putra bungsu mendiang Pakubuwono XIII KGPAA Hamengkunegoro telah mengukuhkan dirinya menjadi Pakubuwomo XIV menjelang pemberangkatan jenazah sang ayah, Rabu (5/11/2025).
Polemik ini diketahui berdampak pada pencairan dana hibah dari Pemkot Solo.
| Jelang Grebeg Besar, Abdi Dalem Ditekan Hanya Buat Gunungan untuk Kubu Purboyo, LDA : Tidak Masalah |
|
|---|
| Polemik Grebeg Besar Keraton Solo, Dua Kubu Kasunanan Gelar Upacara di Tanggal Berbeda |
|
|---|
| 2 Kubu Keraton Solo Bikin Grebeg Suro di Hari Berbeda, Gusti Timoer : Gusti Tedjo Rajanya Siapa? |
|
|---|
| Terungkap, Ini Alasan Sidang Gugatan Nama PB XIV Purboyo di PN Solo Ditunda |
|
|---|
| Sidang Gugatan Nama di PN Solo Ditunda : Penggugat Bawa 20 Bukti, Purbaya Absen Tanpa Keterangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Maha-Menteri-KG-Panembahan-Agung.jpg)