Sejarah Kuliner Legendaris

Sejarah Ayam Bakar : Kuliner Populer di Solo Raya, Cara Masyarakat Dulu Manfaatkan Rempah Melimpah

Ayam bakar sering jadi menu andalan, mulai dari jamuan keluarga, hajatan, hingga acara formal di Solo Raya.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Sajian Sedap
KULINER LEGENDARIS - Ilustrasi kuliner ayam bakar yang populer di Solo Raya, Jawa Tengah. Beginilah sejarah ayam bakar, kuliner legendaris Nusantara. 

Ringkasan Berita:
  • Ayam bakar adalah hidangan populer Indonesia, kaya rempah, dan hadir sejak zaman dahulu; teknik pengungkepan dan pembakaran menghasilkan cita rasa kompleks dan aroma khas.
  • Variasi ayam bakar tersebar di Nusantara, seperti ayam bakar Padang, Taliwang, dan hayam bakakak Sunda, mencerminkan kekayaan kuliner dan sejarah perdagangan rempah.
  • Solo menjadi surga ayam bakar dengan tempat terkenal seperti Ayem Tentrem, Bu Rochmann, Bu Broto, dan Bu Sri Mendungan, menyajikan bumbu meresap dan porsi lezat.

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ayam bakar merupakan salah satu hidangan populer bagi masyarakat Indonesia.

Di Solo, Jawa Tengah, ayam bakar juga menjadi kuliner ikonik.

Bahkan sampai ada merek Ayam Bakar Wong Solo yang terkenal hingga luar Jawa, didirikan oleh Puspo Wardoyo, pengusaha kelahiran Solo.

Baca juga: Sejarah Dimsum: Camilan Legendaris China Sejak Abad ke-2, Kini jadi Kuliner Populer di Solo

Ayam bakar sering jadi menu andalan, mulai dari jamuan keluarga, hajatan, hingga acara formal.

Mengutip laman Qraved, meskipun tidak ada catatan pasti mengenai asal-usul ayam bakar, hidangan ini diyakini telah ada sejak zaman dahulu.

Masyarakat Indonesia yang kaya akan rempah-rempah telah lama mengolah daging ayam dengan berbagai bumbu, dan teknik pembakaran dipilih karena mampu menghasilkan cita rasa serta aroma yang khas.

Jejak Sejarah Ayam Bakar di Nusantara

Ayam bakar termasuk hidangan khas Asia Tenggara Maritim, terutama Indonesia dan Malaysia.

Cara memasak dengan memanggang daging di atas bara api merupakan teknik paling tua yang telah dikenal sejak masa prasejarah.

Baca juga: Sejarah Ayam Kremes, Lahir dari Dapur Rumah Makan di Kalasan, Kini jadi Kuliner Populer di Solo

Seiring waktu, teknik dasar ini berpadu dengan kekayaan rempah Nusantara seperti lengkuas, serai, ketumbar, dan bawang, sehingga melahirkan beragam variasi ayam bakar di setiap daerah.

Dari Sabang hingga Merauke, ayam bakar hadir dengan karakter rasa yang berbeda, namun tetap mengusung identitas yang sama: ayam berbumbu kaya yang dipanggang hingga matang sempurna.

AYAM BAKAR - Ayam bakar yang dijual di Pasar Bunder Sragen, Minggu (16/3/2025). Sumini atau yang akrab disapa Bu Joko, penjual ayam bakar di Pasar Bunder Sragen mengatakan penjualan ayam bakar di lapaknya naik 2 kali lipat dari hari biasanya, sehari 100 ekor ayam ludes.
AYAM BAKAR - Ayam bakar yang dijual di Pasar Bunder Sragen, Minggu (16/3/2025). (TribunSolo.com/Septiana Ayu)

Proses Memasak yang Menentukan Cita Rasa

Secara umum, proses memasak ayam bakar terdiri dari dua tahap utama.

Pertama adalah pengungkepan, yakni memasak ayam bersama bumbu dalam waktu lama hingga bumbu meresap sempurna ke dalam daging.

Tahap kedua adalah pembakaran atau pemanggangan di atas arang, yang memberikan aroma asap khas serta sensasi rasa yang lebih dalam.

Perpaduan dua proses inilah yang menjadikan ayam bakar memiliki cita rasa kompleks dan berlapis, sekaligus tekstur daging yang empuk dan juicy.

Baca juga: Sejarah Gedung Djoeang, Bangunan Bersejarah yang Kini Jadi Wisata Instagram-able di Kota Solo

Kaya Rempah dan Variasi Daerah

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved