PLTSa Putri Cempo Solo
Kondisi PLTSa Putri Cempo Solo : Program Prioritas Gibran, Tak Sanggup Olah Sampah 400 Ton per Hari
PLTSa Putri Cempo baru mampu mengolah sekitar 6 persen dari total sampah yang masuk setiap hari.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Putradi Pamungkas
Meski menghadapi kendala, Herwin memastikan operasional PLTSa Putri Cempo tetap berjalan dan terus mengolah sampah dari Kota Solo.
"Masih beroperasi. Masih mengolah sampah dari Kota Solo," pungkasnya.
Baca juga: PLTSa Putri Cempo Solo Terancam Ditutup? Menteri LH Ungkap Hasil Audit Jadi Penentu
Seperti diketahui, Gibran Rakabuming Raka, saat menjabat Wali Kota Solo, menjadikan TPA Putri Cempo sebagai prioritas dengan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) pada Oktober 2023 untuk mengatasi masalah sampah.
Proyek ini sempat mengalami kendala kebakaran pada September 2023, yang membuat Gibran meninjau lokasi dan meminta maaf kepada warga terdampak.
PLTSa ini adalah salah satu dari 17 program prioritas Gibran selama memimpin Kota Solo.
Proyek strategis nasional ini diresmikan oleh Gibran sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan, yang mampu menghasilkan 5 Mega Watt energi.
(*)
| Harusnya Olah 380 Ton Sampah per Hari, Kenapa PSEL Putri Cempo Solo Cuma Mampu 50 Ton? |
|
|---|
| TPA Putri Cempo Solo Cuma Bisa Tampung Sampah Hingga 1,4 Tahun Lagi, Warga Diminta Pilah Sampah |
|
|---|
| Di Balik Menumpuknya Sampah Kota Solo di TPA : Kinerja PSEL Anjlok, Hanya Bisa Olah 50 Ton per Hari |
|
|---|
| Jika Masih Terapkan Open Dumping, Umur TPA Putri Cempo Solo Diprediksi Tak Lebih dari 1,4 Tahun |
|
|---|
| Sampah di Solo Capai 380 Ton per Hari, Ahli Dorong Pembuatan Bahan Bakar PSEL di Hulu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Kondisi-PLTSa-dan-TPA-Putri-Cempo-belum-lama-ini-2.jpg)