Campak di Solo Raya
Dinkes Solo Ingatkan Orang Tua, Penolakan Vaksin Bisa Turunkan Imun Anak Terhadap Campak
Penolakan vaksin oleh orang tua dapat menurunkan kekebalan anak dan lingkungan sekitarnya.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Penolakan vaksin oleh orang tua mengancam kekebalan anak dan lingkungan sekitar.
- Vaksinasi dasar lengkap anak di Solo mencapai 75 persen hingga April 2026.
- Dinkes Solo dorong kesadaran imunisasi untuk mencegah kerentanan kelompok terhadap penyakit menular.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Penolakan vaksin campak oleh sebagian orang tua kini menjadi perhatian serius.
Pasalnya, selain mengancam kekebalan anak, tetapi juga memengaruhi lingkungan di sekitarnya.
Di tengah meningkatnya kasus campak di Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Solo gencar mendorong masyarakat agar anak-anak mendapatkan imunisasi dasar lengkap.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap vaksinasi.
Menurutnya, langkah ini vital sebagai pencegahan penyakit menular, termasuk campak.
Vaksinasi Dasar Anak di Solo Capai 75 Persen
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo, Retno Erawati Wulandari, menjelaskan program vaksinasi bagi anak terus digencarkan.
Hingga April 2026, capaian imunisasi dasar lengkap sudah mencapai 75 persen.
"Kalau capaian vaksin kita sudah cukup tinggi. Kan capaian vaksin kita itu sampai dengan akhir tahun (2026) nanti. Sampai saat ini kita sudah di atas 75 persen. Imunisasi dasar lengkap," ungkap Retno, Minggu (5/4/2026).
Retno menilai angka ini cukup baik, namun masih ada tantangan terkait stigma negatif terhadap vaksinasi di masyarakat.
Masih Ada Orang Tua Anti Vaksin
Meski banyak anak telah divaksin, sebagian orang tua tetap menolak imunisasi.
Retno menyebut, ada anak-anak yang belum mendapatkan dosis sama sekali karena orang tuanya tidak setuju dengan vaksin.
"Sebenarnya bagus, tapi memang ada masyarakat yang masih memiliki faham yang tidak mau imunisasi atau anti vaksin. Jadi mereka anak-anak mereka masih zero dos, atau tidak mau divaksin sama sekali," jelas Retno.
Baca juga: Respati Imbau Warga Solo tak Takut Vaksin untuk Pencegahan Campak, Pastikan Aman
Dampak Penolakan Vaksin pada Kekebalan Anak dan Lingkungan
Retno menegaskan bahwa penolakan vaksin berpotensi menurunkan kekebalan kelompok.
Anak-anak yang tidak divaksin lebih rentan terhadap penyakit, dan lingkungan di sekitar mereka juga menjadi berisiko.
"Untuk anak-anak yang tidak mau vaksin ini kan akan menimbulkan kerentanan kelompok. Sebenarnya kalau banyak yang sudah vaksin itu menimbulkan kekebalan kelompok. Tapi manakala banyak yang tidak mau vaksin, akhirnya kelompoknya ini jadi rentan terserang virus," pungkasnya.
(*)
| Dinkes Boyolali Imbau Warga Waspada Campak, 3 Kasus Tercatat hingga Maret 2026 |
|
|---|
| Sukoharjo Temukan 3 Kasus Campak, Kenapa Belum Tetapkan Status KLB? Ini Alasannya! |
|
|---|
| Cara Dinas Kesehatan Sukoharjo Cegah Penyebaran Campak, Lakukan Investigasi hingga Pelacakan Kontak |
|
|---|
| Daftar Langkah Pencegahan dari Dinkes Boyolali Hadapi Merebaknya Kasus Campak, Wajib Dilakukan! |
|
|---|
| Fakta 3 Kasus Campak di Sukoharjo : Satu Dewasa dan Dua Bayi, Semua Sembuh Tanpa Rawat Inap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Kantor-Dinkes-Surakarta-berlokasi-di-Komplek-Balai-Kota.jpg)